Move-on

Oktober 13, 2012

Coba baca cuplikan artikel berikut :
"Orang tuh gampang aja bilang "Move On tuh gampang,berawal dari niat" Mereka SESAT!! Berkali-kali tlah ku coba,niat udah ada,bahkan sampai foto bareng cewe sambil ngerangkul demi melupakannya,tetep aja gak bisa move on ke orang lain. Dan Nadim paling kesel sama orang yang udah pamer di twitter "Akhirnya aku move on dari kamu" "Akhirnya aku bisa melupakanmu" Mereka BOHONG!!! Mereka tuh cuma pengen nunjukin ke mantan-mantannya,dan mereka kira dengan begitu mantan mereka akan bermohon-mohon kepada mereka,agar mereka gak jadi move on dari mantan-mantan mereka,mengerti mereka? Kenyataannya enggak. Kebanyakan orang,begitu tau mantannya move on,mereka bersyukur ( tapi tidak dengan saya ) "syukur lo move on,jadi gak ganggu hidup gue lagi".Mereka juga yang KATANYA udah move on,sombong banget. Ngapain coba ngepost di twitter,move on mah move on aja kali. Mereka tuh gak ngerti kita-kita yang belum move on, KITA JUGA MENCOBA MOVE ON!!! Tidak bertoleransi dalam bermove-on ria. Jadi para pemirsa, jujur saja saya belum bisa move on,dan mungkin gabakal karena saya belum mau."

Ya, ini adalah cuplikan dari artikel temen gue, Nadim di sebuah artikel di blognya. Dan, gue setuju banget sama dia!! Apalagi di kalimat "Move-on tuh gampang, berawal dari niat". Yah, betul sih. Tapi kalo niatnya gak mau move-on gimana dong? Masa kita disuruh move-on ke majikan elang yang bernama Saepul yang main film Tutur Tinular episode khusus Tokyo Miaw-miaw? Kan gabisa gitu dong!! Jangan protes lo semua!! Emang gue berani sama lo, gue takut tau!! *ampun bang....*

Maaf kalo gue ngomong rada gak jelas, gue udah semakin jarang nge-blog, dan itu yang menyebabkan otak gue gak keasah. Dan beberapa bulan lalu gue mencoba terapi asah otak dengan pohon cengek, dan ternyata otak gue sekarang menjadi setengah hijau setengah merah, what the....

Tuhkan ngelantur lagi. Oke, balik lagi ke masalah. Oke, menurut penelitian gue, 10 dari 10 remaja Indonesia mempunyai masalah dalam hal move-on. Dan mungkin kalian pengen tau apa sih yang ngebuat remaja Indonesia itu susah move-on? Dan menurut penelitian Lembaga Jomblo Indonesia (Disingkat NGENES), faktor yang membuat para jomblo susah move-on adalah TIDAK TAU MAU MOVE-ON KE SIAPA. Sengaja gue tulis make huruf gede supaya para cewe jomblo berkata dalam hati "Bener juga ya kata si Haykal. Selama ini gue gak bisa move-on karena gue gak tau mau move-on ke siapa. Pinter banget ya Haykal ini, aku move-on ke Haykal aja ahh...." dan setelah itu, gue akan jadi incaran para polisi kehutanan cewe jomblo, dan tetep aja gue susah move-on. Lalu kisah cinta gue berakhir dengan mengalir ke tanah yang bisa menampung curahan hati sampai tidak terbatas (lho kok jadi ke arus listrik ya?).

Ya, dan itu juga yang menjadi masalah gue kesusahan untuk move-on dari ****. Dan kenapa temen-temen gue tau kalo gue susah move-on? Itu karena janji palsu. Karena pas sekitar bulan Mei, pas ada Porak di sekolah gue. Gue bilang ke temen-temen di R-Bros "Woi, dengerin ya. Kalo kelas 8.5 juara porak, saya janji bakal move-on dari ****". Mungkin, ini adalah perjanjian terkonyol yang pernah kalian denger, lebih konyol dari perjanjian Linggarjati, karena perjanjian Linggarjati itu perjanjian serius *troll face!!*. Karena tahun lalu tim futsal 8.5 termasuk tim yang (ekhem) biasa aja. Jadi gue secara iseng mengucapkan kata yang penuh dengan kemunafikan. Dan ternyata bener aja, kelas 8.5 juara. Dan sesuai perjanjian R-Bros, gue diharuskan buat move-on. Yah, tapi apadaya rumput bergoyang UFO tak sampai (?), gue sampe sekarang belum bisa move-on dari ****. Kenapa? Karena gue gak tau mau move-on ke siapa, hati gue sudah terikat ke dia dan sepertinya stempel nama gue sudah permanen di hatinya dia #halah. Maka dari itu gue bisa dibilang pembuat janji palsu, Astagfirullah.

Dan mungkin ada beberapa sebab lagi gue gak bisa move-on dari ****. Antara lain sebagai berikut :
1. Gue susah move-on mungkin datang dari pengaruh lagunya The Script yang "The Man Who Can't Be Moved". Untuk kalian ketahui, lagu itu adalah lagu khusus untuk para jomblo yang susah move-on, kaya gue sama Ridwan. Lagu The Script ini dijadikan lagu jomblo nomor 1 se-Indonesia menurut Lembaga Susah Move-on Indonesia. Dan lagu ini berhasil mengalahkan lagu Secondhand Serenade - Never Too Late yang menempati urutan ke 5. Dan cuplikan lirik yang menurut gue paling dalem maknanya adalah "How can i move on, when i'm still in love with you". Dan kalo dalam Bahasa Indonesia itu artinya "Hidup Seperti Larry!!", eh bukan itu, tapi "Gimana gue bisa move-on, kalo gue masih cinta ama elu" itu bahasa gaulnya, kalo Bahasa Indonesia yang baik dan benar "Bagaimana aku bisa berpindah hati, jika aku masih mencintai kau". Yah, begitulah. Sebuah kalimat didalam sebuah lagu bisa mempengaruhi segalanya. *apasih*

2. Faktor kedua yang mengakibatkan gue susah move-on adalah sebuah kalimat yang keluar dari (kecengan) gue sekarang, si ****. Apa yang dikatakannya? Coba tanyakan pada Guru pertahanan terhadap jomblo, yang ngajar di SMP Negeri Hogwarts London. Kalo dia gamau jawab, jangan dipaksa, bisa-bisa nanti elo bakal disihir jadi jomblo seumur hidup (Bahasa Ilmiah : Forever Alone) dengan mantra "Jomblonus Forevertum" (?). Yaudah deh gue kasitau aja, daripada kalian semua jadi forever alone dan hidup kalian berakhir dengan mengambang di laut. Oke, jadi si **** itu bilang ke gue dengan nada keras "Haykal jangan move-on!! Nanti aku gabisa ngutang pulsa!! Hehehe". Ya, itulah yang dia katakan, gue gak becanda. Emang, kalimat pertama terdegar indah, seolah dia menyuruh gue buat gak move-on biar fansnya gak berkurang. Tapi dengarkan baik-baik kalimat kedua, "Nanti aku gabisa ngutang pulsa". Gue juga bingung kenapa dia mengeluarkan kata yang begituan (walaupun itu fakta wuahahaha, tapi sekarang udah gak pernah). Dan mungkin sampe sekarang si Fawwaz masih inget kata-kata itu, bukan berarti Fawwaz suka sama gue ya (?). Tapi tetep aja, dia yang memerintah gue biar gausah move-on. Dan tanpa diperintah pun, gue gaakan move-on :)

Dan karena janji palsu tadi, sampe sekarang gue dibilang mblo yang susah move-on, posisi gue disejajarkan sama Ridwan, Rezky dan Rudi. Setelah itu banyak juga temen gue yang nyemangatin gue biar move-on, tapi seperti yang Nadim bilang di pembukaan artikel ini, gue gabakal move-on karena belum mau, atau bahkan gamau. Dan 1 lagi, ini artikel khusus malam minggu Sabtu malam. Jadi, artikel ini hanya boleh dibaca para jomblo dan hanya bisa dibaca saat malam minggu Sabtu malam. Jika dibaca selain saat malam itu, Komputer kalian akan berubah menjadi Nokia 3310. 

Waspadalah!! Waspadalah!!

You Might Also Like

0 komentar