Haykal Satria Panjeraino. Diberdayakan oleh Blogger.

Hai Haykal !

    • Beranda
    • Tentang Aq
    • Kuliah
    • Bisnis
    • Keseharian
    • Romansa
    • Serius
    Tanggal 1 Juni lalu, semua siswa SMP di seluruh Indonesia dibagikan hasil UN dan kelulusannya. Ada sekolah yang membagikan nilai ini lewat pos (diantar ke rumah masing-masing, seperti di Bandung), lewat website sekolah mungkin, lewat papan pengumuman di sekolah masing-masing dan lewat hati nurani. Oke, yang terakhir itu tidak termasuk. Ya, di hari itu Indonesia dipastikan akan memiliki berbagai macam ekspresi, dan tentu kebanyakan yang berpartisipasinya adalah siswa SMP. Ada siswa yang senang karena dia lulus dan nilainya tinggi, ada yang sedih karena gak lulus atau lulus tapi nilainya kecil, dan ada juga siswa yang seneng apa adanya, maksudnya dia tetep seneng walaupun nilainya kecil, yang penting lulus. Bahkan ada kemungkinan siswa seperti ini langsung sujud syukur di tempat saat mengetahui dia lulus dengan nilai 21.95 (misalnya). Sungguh warga negara yang baik sekali.

    Oh iya, nem gue Alhamdulillah bisa dibilang lumayan diantara temen-temen gue, yaitu 33.40. Gue pun menjadi yang tertinggi ke 2, walaupun hanya di kelas 98, dibawah Fawwaz yang nemnya 33.45, hanya unggul 0.5 dari nem gue. Tapi gue pun sedikit sedih karena nem temen-temen gue banyak yang bisa dibilang kecil. Bahkan di kelas 98, siswa yang nemnya diatas 30 tidak terlalu banyak, sekitar 10 orang mungkin. Dan di sekolah gue SMPN 43 Bandung nem tertingginya 36.2 dan nilai terendahnya 17 koma sekian sekian. Tapi saat sekolah gue sedikit berduka karena sedang mengalami krisis nem, tiba-tiba terdengar kabar baik bahwa peringkat sekolah gue naik. Yang asalnya 34 menjadi 26 kalo tidak salah. Gue bahkan tidak tau cara merayakan kenaikan peringkat ini, antara senang atau sedih. Sedih karena banyak temen gue yang nemnya kecil dan senang karena peringkat sekolah gue naik, yang berarti di sekolah lain nem nya pada kecil semua. Sulit untuk dibayangkan memang.

    Seperti yang gue bilang, bukan hanya sekolah gue yang mengalami krisis nem. Kebanyak sekolah kluster 2 kebawah mengalami hal serupa, bahkan ada sekolah Kluster 1 yang beberapa murid nya mendapatkan nem kecil. Yang gue denger, rata-rata nem SMP di Kota Bandung menurun drastis sampai 27, mengerikan. Bahkan SMP Kluster 1 seperti SMP 13 pun rata-rata nemnya hanya 31, kalo gak salah, tapi pastinya tetap ada siswa yang nemnya diatas 37. Dan di SMP Kluster 1 lainnya seperti SMP 5, SMP 2, SMP 7 dan yang lainnya, masih banyak siswa yang mendapatkan nilai nem yang tidak manusiawi, seperti 37 atau bahkan 38. Bahkan gue sempat berpikir bahwa siswa yang mendapatkan nem segitu pasti bukan berasal dari kaum manusia, pasti mereka mahluk asing yang tidak diketahui dan ingin membuat peradaban baru di muka bumi. Bakar!! Bakar!! *gak nyante. Dan bagaimana nasib temen gue di SMP lain? Hasilnya beragam. Alvin, temen SD gue yang ada di SMP 5 nemnya dikabarkan 35.95, Wanda temen SD gue yang sekarang di SMP 13 dikabarkan nemnya sangat tidak manusiawi, yaitu 37 koma sekian sekian. Begitu pula dengan Dea temen TK (ya, TK) gue, dikabarkan nemnya 35 koma sekian sekian, lumayan sih.

    Penurunan nilai nem siswa SMP di Kota Bandung ini pastinya berdampak juga pada PG (Passing Grade) semua SMA Negeri di Kota Bandung. Diprediksikan PG semua SMA Negeri di Kota Bandung pun menurun drastis (ya, termasuk SMA 3 dan SMA 8). Melihat hal ini, gue pun berharap PG SMA 3 dan SMA 8 turun setidaknya sampai 30, amin. Ah oke, hal itu tidak logis dan tidak realistis, mengingat tahun kemaren PG SMA 8 sangat tidak manusiawi, yaitu 38.2 dan PG SMA 3 lebih tidak manusiawi lagi, yaitu 39.1. Perkiraan gue kedua SMA ternama di Bandung itu paling tidak PG nya turun sampai 36 atau paling tidak 35.8 untuk SMA 8 dan 37 untuk SMA 3, tidak terlalu drastis sih.

    Masalah kedua pun muncul. Sekarang, kita akan pakai nilai ini untuk apa? Apakah akan dipakai untuk mencukur bulu dada Bang Haji Rhoma Irama atau setidaknya akan dipakai untuk membuat sebongkah mainan robot-robotan menjadi hidup dan membiarkan dia menjadi predator jahat? Tentu tidak, hei, aku masih normal. Yah, setidaknya aku akan membiarkan nilai itu terkenang selama 1 bulan sebelum gue memakainya untuk pendaftaran ke SMA, walaupun gue sudah diterima di SMA Taruna Bakti.
    Mungkin masalah muncul lagi sekarang. Jarak antara pembagian nilai dengan jadwal pendaftaran ke SMA berjerak 1 bulan, jadi kita diharuskan libur selama 1 bulan penuh (atau lebih) dan diharapkan terus berusaha untuk melepaskan ketergantungan kita terhadap buku latihan soal yang telah menemani kita selama 4 bulan kebelakang. Mungkin bagi sebagian orang, libur selama 1 bulan lebih adalah hal yang sangat menyenangkan dan pasti dia berharap Pemerintah menambah jadwal liburan. Begitu juga dengan orang yang tinggal di belahan bumi Utara dan Selatan, mereka pastinya terbiasa liburan Musim Panas selama 3 bulan. Tapi bagi gue, libur 1 bulan itu benar-benar tidak menyenangkan, kecuali dipakai untuk hal-hal yang memang menyenangkan. Biasanya saat liburan orang Indonesia (termasuk gue kadang) hanya tidur-tiduran, malas-malasan atau mungkin sekedar mengecek apakah Richard Branson sudah membalas mention Twitter kita. Tapi terkadang untuk bermalas-malasan saja rasanya malas sekali. Akan lebih menyenangkan bagi gue saat liburan untuk sesekali futsal sama temen gue atau sekedar mencari jodoh untuk pelipur lara dan untuk melepas rindu di hati yang semakin tak terelakkan lagi #Tsaah.

    Sekian dulu dari gue, terima kasih sudah membaca, semoga sukses selalu!! Wassalam :D
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Oke, mari kita lanjut kisah ini. Inilah Petualangan R-Bros di Pangandaran (Hari Kedua!!) Kalo mau liat yang hari pertama, klik disini.


    Sekitar jam 2 an gue tidur, gue pun bangun sekitar jam 5 atau 5.30 an. Shalat Subuh, lalu hanya diem aja dan tiduran lagi. Sekitar jam 7 an, R-Bros pun siap-siap mau ke pantai. Tanpa mandi dang anti baju, kita langsung terjun ke bawah (lewat tangga pastinya). Sebelum itu, kita dikasitau untuk kembali ke hotel sekitar jam 10 pagi untuk sarapan (ya, sarapan jam 10 pagi) dan siap-siap pulang ke Bandung.

    Di pantai, udah lumayan banyak orang disana. Ada yang berenang, ada yang main bola, ada yang dikejar anjing (ya, dikejar anjing) dan ada juga yang berdiri di tepi pantai, mungkin siswa galau yang menunggu terjangan ombak. R-Bros pun cuman duduk aja di tepi pantai, sambil nunggu ombak kita berteriak “Horee!!” “Woii!!” Tadinya R-Bros mau bikin video klip ala One Direction – What Makes You Beautiful yang adegannya di pantai itu loh. Tapi karena gak kunjung menemukan cewe yang cantik, jadi kita urungkan buat bikin video klip tersebut.

    Kiri-Kanan : Rezky, Haykal, Rudi, Rully
    Sambil duduk, kita pun memperhatikan Kambing yang daritadi hanya berdiri di tepi pantai. Ganteng, galau bawa tas kecil, dan bernama asli Gilang, itulah Kambing. Gak banyak yang dia lakukan, saran kita buat Kambing biar nyapa Rachel pun gak dilakukan sampai gue mengetik tulisan ini, dan entah sampai kapan.

    Gak banyak yang R-Bros lakukan pagi itu, selain berjemur di pantai dan duduk menunggu ombak. Paling Rudi, Rezky dan Rully yang minjem papan selancar yang disewa Isa sama Ridlan buat main-main ala lelaki. Sampai hampir ke tengah laut, sungguh lelaki. Sekitar jam 9 an mereka pun tampak bosan dan lalu membuat benteng kecil dari pasir kaya yang dibuat Squidward dari salju. Gue masuk tim Rudi. Sementara musuh terdiri dari Aria dan Rezky. Kambing dan Ridwan masih tetap galau, dan gue masih tetep ganteng. Sebenernya gue juga punya alasan buat galau pagi itu. Tapi gak akan gue ceritain, terlalu mengerikan.
    Penggalauan Kambing

    Sekitar jam 9.30 an semua siswa ada yang udah mandi dan ada yang mau mandi, termasuk gue. Dan sialnya masalah kembali terjadi, air untuk mandi jadi panas semua. Kita yang belum mandi pun terpaksa menunggu beberapa saat, dan gue pun terpaksa mandi di toilet lantai 1 yang airnya masih dingin. Setelah gue mandi, di kamar pun Rudi, Rezky, Rully, Ridwan dan Kambing pun mandi kaya kemaren lagi, mandi ala lelaki.

    Setelah semua selesai mandi, kita semua pun ke aula yang kemaren untuk sarapan. R-Bros beruntung, di aula masih sepi, jadi gak usah ngantri buat dapat makanan. Tapi kali ini R-Bros lebih santai, gak rebutan makanan kaya binatang liar (lha emangnya kapan kita pernah gitu?). Di aula cuman sarapan doang, gak ada acara lain-lain. Jadi abis sarapan R-Bros kembali ke kamar buat siap-siap pulang ke Bandung. Karena masih jam 10.30, kita pun cukup santai beres-beresnya.

    Entah mungkin karena merasa bersalah karena telah membuat kamar 304 seperti kandang babi atau karena apa, R-Bros pun merapihkan kamar itu hingga akhirnya kamar tersebut udah gak kaya kandang babi lagi, walaupun masih rada kotor. Yah, minimal kamar itu bukan kandang babi lagi. Kita disuruh ke bis jam 12 an, maka dari itu gue yang masih rada ngantuk (karena cuman 3 jam tidur) memutuskan untuk tidur lagi selama 1 jam saja saat jam 11. Sialnya, gue menjadi korban kejailan R-Bros.

    Saat bangun sekitar jam 11.30 an, gue merasa ada yang menyentuh tangan gue. Seperti ada yang mengoleskan sesuatu di tangan gue. Gue masih rada ngantuk, jadi gue tidur lagi. Dan saat gue bangun lagi beberapa menit kemudian, semua mulai ketawa. Setelah gue sadar total. Ternyata, kampreettt!! R-Bros mengoleskan ampas kopi (ya, ampas kopi) ke tangan gue. Ide datang dari Rully dan Rezky yang beraksi mengoleska ampas kopi bekas tadi pagi ke tangan gue. Bahkan aksi tidak manusiawi itu direkam oleh Fawwaz. Kampret emang.

    Setelah cuci tangan, R-Bros pun beranjak ke bis. Ternyata kita adalah salah 1 yang terlambat ke bis, padahal selesai makan paling pertama. Beberapa saat kemudian pemandu wisata bis 4 menanyakan ke semua penumpang bis “Siapa yang ada di kamar 304?” gue dan Rudi sebagai penghuni nya pun kaget dan berpikir “Wah ada apa nih manggil gue? Jangan-jangan mereka curiga kenapa kamarnya udah berubah jadi kandang babi. Atau jangan-jangan mereka heran TV nya udah ilang. Ya Allah tolong kami.” Gue dan Rudi pun sempat mau bilang “Nggak Mas, saya gak nyuri TV-nya kok. Suer”. Dan ternyata pemikiran gue dan Rudi meleset, si Ma itu lanjut bilang “Tadi kunci kamar udah dibalikin belum?” dan akhirnya gue pun lega dan jawab “Udah Mas”. Semua berjalan normal kembali.
    Mari pulang, kawan!!
    Bis berangkat sekitar jam 12.30-an. Di perjalanan pulang kali ini gue lebih banyak diem, karena gue pusing berat, mungkin mabok. Setelah sakit kepala itu mulai ilang, gue pun rada ribut lagi. Dan di perjalanan pulang ini, Fawwaz mendapat gosip baru. Karena Hasna tidur di bahu Fawwaz. Dan tampaknya Fawwaz keenakan, jadi didiemin aja si Hasna yang tidur di bahunya. Dan sekitaran jam 10 malem kita baru sampe Bandung. Gila emang, tapi karena macet dan ada beberapa masalah di jalan. Kami pun pulang dengan gembira dan R-Bros masih tetep ganteng.

    Mungkin sekian yang dapat gue ceritakan. Maaf bila kurang jelas, ada yang tersinggung atau terlalu panjang. Hehehe. Wassalam :)
    Kiri-Kanan : Dery, Fawwaz, Ridwan, Kambing, Rezky, Rully, Rudi, Haykal, Aria.
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Widiihhh, akhirnya gue nge-blog lagi setelah vakum selama 4 bulan lamanya karena suatu hal gila yang harus dijalani oleh semua anak sekolah yang dipanggil UN. Dan sekarang, hal yang dianggap lebih menakutkan dari hantu itu pun sudah selesai. Bisa dilihat, setelah UN para siswa jomblo di sekolah gue gemar membuat tiang bendera berkarat karena terlalu banyak menangisi mantan, emang mengerikan. Tapi kok gue ngga? Karena gue….gak punya mantan .-.

    Tapi untungnya guru di sekolah gue tau cara meminimalisir hal tersebut. Maka dari itu guru di sekolah gue mengatakan bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. setelah UN kelas 9 akan ke Pangandaran, wuhuuu!! Semua bersorak kegirangan. Ada yang mengganti tiang bendera, ada yang masih galau dan ada juga yang bakar ban abis itu nangis, karena dia baru tau kalo yang dibakar itu ban motornya sendiri.
    Mari Menggila, kawan!!

    Pas hari keberangkatan, gue ada di bis 4 sama semua anak 9.8, beberapa siswa 99 dan 3 siswa 94 yang entah datang dari mana. Gue duduk sama Rudi, mantan ketua OSIS, tapi jangan anggap bahwa Rudi adalah mantan pacar ketua OSIS, karena pacarnya sekarang menjadi ketua OSIS pula. Gue duduk di paling depan (bagi yang berpikir gue jadi supir dan Rudi jadi kenek, itu semua benar salah) dan selama perjalanan gue dan Rudi ngobrol tentang banyak hal, Jerman, agama, bisnis, masa depan, bola, R-Bros dll. Bener kata Rudi, kalo obrolan kita ditulis dalam sebuah buku, buku tersebut akan lebih tebal dari semua novel Harry Potter yang dijadikan 1.

    Obrolan gue dan Rudi berjalan indah sampai bis berhenti di suatu restoran terkenal yang bernama SR di Tasikmalaya. Walaupun namanya restoran, tetep aja jiwa hemat (atau tidak punya uang) gue keluar, terbukti selama disana gue hanya mengeluarkan uang Rp. 1000 hanya untuk ke toilet, asik abis. Rencananya kita berada di sana sekitar 1 jam, tapi suatu hal terjadi. Ada kerusakan di bis 2 yang membuat kita harus menunggu selama 4 jam, epic. Dan akhirnya, jam 1 siang bis 2 udah waras lagi dan siap melanjutkan perjalanan ke Pangandaran. Di perjalanan Babak 2, gue lebih banyak diam sehingga teman 1 bis sempat bersyukur dan gue lihat banyak yang sujud Syukur. Karena perjalanan babak 1 gue dan Rudi dianggap penggangu dan gue hampir saja masuk daftar buang.

    Saat bis ada di suatu tempat yang keliatan mirip hutan. Giliran Rudi yang ribut, sambil menunjuk ke arah pepohonan, dia teriak “LAUT!! LAUT!!” dan hampir saja masuk daftar buang. Saat kita sudah dekat ke lokasi, Bu Ida dan Bu Yani menyuruh semua penumpang di bis untuk membuang gue dan Rudi menyanyi, tapi Rudi tetap teriak “LAUT!! LAUT!!”. Tapi kayanya gue dan Rudi terlalu ganteng untuk dibuang, dan juga gue adalah panutan bagi jomblo di sekolah gue. Jadi gue dicoret dari daftar buang.

    Saat udah sampe di Pangandaran, semua penumpang berteriak gembira, entah karena senang atau karena kakinya terinjak. Rudi tetap berteriak “LAUT!! LAUT!!” dan gue berteriak “Terima kasih, Tuhan!!” karena gue baru pertama kali ke Pangandaran, kasihan sekali. Kita bakal nginep di Hotel Malabar, Pangandaran. Hotelnya cukup bagus dan besar. Bis R-Bros yang lain udah sampe lebih dulu jadi gue dan Rudi gak usah nganti untuk keperluan apapun itu namanya dan langsung pergi kamar yang sudah ditempati oleh R-Bros. Kamar 304 yang R-Bros tempati berisi 8 orang, 6 R-Bros (Gue, Rudi, Rezky, Ridwan, Rully dan Gilang a.k.a Kambing) dan 2 orang netral (Fawwaz dan Dery) yang perlu dikarantina (ya, delapan laki-laki dalam 1 kamar, jangan bayangkan apa yang akan terjadi di dalamnya, mengerikan).

    Pertama kali gue dan Rudi masuk ke kamar itu, kondisinya benar-benar mengerikan. Bukan karena perangkat hotelnya buruk. Tapi karena Rezky, yang entah ingin menandai wilayahnya atau karena naluri binatangnya muncul begitu melihat tempat baru, dia langsung saja (maaf) berak begitu tiba di kamar 304. Dan baunya itu amat.sangat.sangat.bau.sekali. Entah dia makan apa di bis tadi, baunya bahkan lebih bau dari sampah, dan gue berpikir bahwa bau sampah terkadang lebih manusiawi dari manusia, mengerikan. Setelah didiamkan beberapa saat, ternyata baunya semakin menjadi-jadi. Tapi sebentar lagi kita harus ke bawah untuk makan siang, jam 5 sore. Dan berharap abis acara itu bau mengerikan tersebut sudah hilang bertengkar dengan angin laut. Abis shalat kita ke bawah untuk makan, di aula yang terpisah dari hotel. Semua berjalan lancar saja sampai kita semua kembali ke kamar.
    Walk on, walk on

    Saat pintu kamar 304 dibuka, baunya sudah benar-benar seperti kandang babi. Ya, baunya bahkan lebih mengerikan dari yang pertama. Tapi kita semua tetap masuk kamar. Kita semua hampir menulis pesan terakhir sampai Rudi mengusulkan ide brilian, menyiram toilet dengan parfum!! Akhirnya, parfum Adidas Rezky disemprotkan ke sumber bau. Rudi dengan gagah berani masuk ke toilet dan mulai menyemprotkan parfum, sementara yang lain berdoa untuk keselamatan Rudi. Beberapa menit kemudian, Rudi keluar dengan selamat, semua bahagia dan bersorak sorai. Tapi ada 1 masalah baru, kini bau kamar mandi bercampur dengan bau parfum Adidas Rezky. Bahkan gue pun muntah saat pertama kali memasuki kamar mandi. Kita mencoba tetap bersabar.
    Rudi : "Hidup seperti Larry!!"

    Beberapa saat kemudian, bau udah mulai hilang. Dan akhirnya kita pun memberanikan mandi. Dipelopori oleh Rudi, hampir semua anak di kamar 304 (kecuali gue, Fawwaz dan Deri) melakukan mandi lelaki bareng hanya dengan pake kolor, mental laki sejati. Ridwan menyirami Rudi dengan romantisnya, Kambing, Rezky dan Rully juga ikutan. Walaupun airnya sempat bermasalah, tapi gak menghalangi niat kami semua untuk mandi ala lelaki. Setelah mereka mandi, giliran gue, Fawwaz dan Deri yang mandi ala lelaki.

    Setelah mandi, kami pun bersiap-siap untuk acara di aula yang tadi dan rencananya Rezky, Ridwan dan Kambing akan tampil untuk nyanyi. Kami pun berdandan dengan gantengnya. Sepertinya cewe pun akan langsung tergoda dan menjadi liar seketika saat melihat penampilan kami ini. Setelah sampai dibawah, gue pun menyadari kalau disana itu panas.banget.coy. Bukan panas sih (masa iya malem-malem ada matahari), lebih tepatnya lembap, karena daerah pantai. Tapi bodo amat ah, R-Bros bentar lagi tampil. Rezky, Rully, Kambing, Ridwan dan Isa yang memainkan musik nya dan Aulia, Yara, Nispi yang nyanyinya. Mereka menyanyikan 2 lagu, What Makes You Beautiful dan 1 lagi gue lupa nyanyi lagu apaan. Gue dan Rudi pun hanya menonton dari belakang.
    Kiri-Kanan : Aria, Haykal, Rezky, Rudi. Dan yang cewek itu Ashilla.

    Setelah mereka tampil, sekarang giliran nyanyi dan joget dangdut. Penyanyinya menyanyikan lagu ABG Tua, kalo gak salah. Sementara saat murid yang lain (dan guru juga) pada joget sambil menikmati dangdut. Sebenernya gue kurang suka dan hampir saja membakar aula, tapi karena ada banyak makanan, gue urungkan niat itu. Gue dan R-Bros pun mulai pesta makanan. Kami makan rada menggila, termasuk Rudi dan Kambing yang makan sepiring berdua, betapa manisnya. Dan setelah makan pun, Ridwan memulai pesta kembali, kali ini pesta teh manis. Alhasil Ridwan pun mabok oleh teh manis.
    Kiri-Kanan : Anisa, Syakira, Aulia, Fawwaz, Rudi, Haykal, Rully.

    Acara hampir selesai sekitar jam 8 an, ini waktunya untuk semua siswa buat senang-senang di sekitar Pangandaran. Ada yang naik sepeda dan odong-odong yang dapat dinaiki banyak orang. Ada yang mentato tubuhnya (tattoo temporer, pasti). Ada yang beli souvenir. Dan ada aja yang (mungkin) diem aja di hotel. Tapi Rezky mengeluarkan perkataan mengejutkan yang berbeda dari yang lain, dia nanya “Supermarket dimana ya?!”. Entah apa yang ia pikirkan, mungkin ia masih lapar atau apa, dia tetep ingin ke supermarket dan gak mau beli makanan di warung biasa. Dia pun menanyakan ke warga sekitar dimana supermarket terdekat. Dan orang itu bilang ke kami bahwa cuman lurus doang, nanti ada pertigaan kami belok kiri. Memang terdengar simple. Tapi tunggu sampai melihat berapa jauh kami jalan.

    Ternyata jarak dari hotel ke pertigaan yang disebutkan itu lumayan jauh, di tengah jalan pun kita sempat balik lagi mau ke hotel. Tapi karena kami punya mental laki yang amat kuat, kami pun balik lagi mencari pertigaan yang dimaksud. Setelah beberapa lama berjalan, kami pun menemukan pertigaan tersebut, belok kiri dan melihat supermarket yang Rezky inginkan. Setelah sampai di supermarket, Rezky secara mengejutkan berniat mentraktir kami semua dengan makanan yang bebas kami pilih. Entah karena dia merasa bersalah (karena menyebabkan kamar jadi bau) atau karena lagi seneng (karena mungkin Ibunya Erlita merestui mereka), Rezky pun mentraktir kami di supermarket itu sampai biayanya Rp. 85.500,- Maka dari itu Rezky pun dinobatkan sebagai bendahara R-Bros. Setelah itu R-Bros pun kembali ke hotel untuk mengadakan pesta besar-besaran di kamar 304. Beberapa hal terjadi di perjalanan pulang.

    R-Bros melihat 'gebetan gue' dan 'pacarnya gebetan gue' sedang bersepeda, dan gue diem aja. Melihat itu R-Bros pun mengheningkan cipta melihat kesabaran gue. Lalu R-Bros pun berbisik kepada gue “Udah Kal tendang sepedanya, tendang aja!!” tadinya gue mau nendang pake jurus "Tendangan Jomblo Pusaka!!" atau gak make jurus "Tendangan Halilintar Mendesah!!". Tapi gue gak jadi nendang mereka karena terakhir kali make jurus itu, gue langsung tidak diakui di lingkungan gue karena Jomblo Pusaka itu haram di tempat gue. Selain itu pasti gue disuruh ganti sepedanya. Lhaa, gue beli gehu di sekolah aja mikir 2x, ujung-ujungnya mah gak jadi beli *lempar HP*

    Di perjalanan pulang pun R-Bros bertemu beberapa anak perempuan kelas 9.3 dan Bu Nina. Di rombongan R-Bros ada Kambing dan di rombongan 9.3 ada Rachel. Bagi R-Bros, itu merupakan kesempatan bagus untuk Kambing agar bisa nyapa Rachel untuk pertama kalinya. Tapi kesempatan itupun disia-siakan Kambing yang galau daritadi, dan hal ini membuat Kambing lebih galau lagi. Rudi juga sempat galau karena gak bisa nelpon Saska dan daritadi berteriak “Mana tukang pulsa?!” Kangen pacar emang bisa membuat seseorang menggila seperti itu, mengerikan. Dan Rully juga tiba-tiba galau, karena Almas terlalu sibuk sama temennya. Dia belum liat gue sih *nangis*

    Sekitar jam 10 an, kita sampai di hotel dan akan memulai pestanya. Oiya, sebelumnya udah dikasitau bahwa jam 10 semua siswa udah harus ke hotel semua, tapi kayanya cuman R-Bros dan beberapa anak doang yang nurut. Walau begitu, kita tetap memulai pesta dengan gemilang. Semua makanan dikeluarkan, gue merapikan meja, Rully dan Kambing masih galau. Rudi udah Nampak tenang. Fawwaz dan Deri belum kunjung datang. Meriah sekali.

    Biar gak galau lagi, gue, Rezky, Rudi dan Ridwan pun mencoba memotivasi Kambing dan Rully yang sedang galau. Dan mereka menggunakan gue sebagai percontohan. Kami mencoba memotivasi mereka dengan bilang “Mbing, Rul. Jangan galau atuh. Liat si Haykal, HP kejebur sama orang gak digantiin, diutangin pulsa sama gebetan belum dibayar, gebetan direbut orang terus tadi sesepedahan berdua. Masih sabar aja” Iya, yang Rudi bilang merupakan kisah nyata *nangis*. Tapi gue juga rada heran, kenapa Kambing dan Rully galau, padahal Rachel dan Almas ke Pangandaran gak sama cowo lain. Maka dari itu gue pun dijadiin percontohan di R-Bros sebagai siswa tersabar di 43 *terharu*.

    Setelah Rully dan Kambing udah sedikit tenang, Fawwaz & Deri udah datang dan semua siswa udah kembali ke hotel, dan kami pun selesai nonton Stand Up Comedy Metro TV. R-Bros pun mulai menyanyi di balkon kamar 304. Semua anggota R-Bros (kecuali Fawwaz dan Deri, karena mereka bukan R-Bros) nyanyiin beberapa lagu, The Man Who Can’t Be Moved, For The First Time, Breakeven dan Hey Jude. Nyanyian kami direkam sama Fawwaz, dan beruntung kamera Fawwaz masih berfungsi normal.
    Rezky : "Mba, orang di kamar ini ganteng semua lho". Yang nyautnya ternyata Om Peter.

    Tapi, saat kami nyanyi tampaknya ada masalah di lantai 1 (kamar perempuan). Gue pun gatau apa yang terjadi, Fawwaz pun datang ke lantai 1 buat lihat apa yang terjadi di bawah. Dan R-Bros pun nanyain ke perempuan dan cowo yang ada di lantai 1 ada apa di bawah sana. Mereka bilang gak apa-apa. Tapi di bawah lumayan rame, jadi pasti ada sesuatu. Dan setelah Fawwaz datang lagi, dia bilang kalau di kamar perempuan pintu kamar mandi susah dibuka dan lampu mati-nyala sendiri. Serem juga sih, tapi R-Bros melanjurkan bernyanyi.Abis rame nyanyi-nyanyi, kita masuk ke kamar lagi dan nyari acara TV yang rame. Dan asiknya, malam itu ada film Final Destination. Lampu dimatiin, diluar udah rada sepi, dan kita nonton film Final Destination sekitaran jam 12 malem membuat malem itu jadi seru, ngeri.

    Dan kira-kira jam 12 lebih 5 menit, saat kita lagi nonton film Thriller tersebut. Tiba-tiba telepon berdering, R-Bros yang lagi ketakutan pun lebih ketakutan saat ada telpon. Semua saling memeluk. Ya, mental laki R-Bros sedikit pudar malam itu. Gak ada yang berani angkat telpon, sampai Kambing maju untuk mengangkat telponnya, ternyata dari resepsionis. Resepsionis itu nanya apakah di kamar 304 ada yang ngerokok, soalnya katanya tadi ada yang liat di sekitar sini ada yang ngerokok. Kambing dengan tegas bilang “Ya engga lah Mba, disini ada yang asma (Fawwaz), jadi gak mungkin ngerokok”. Ya, benar. Gak ada 1 pun anggota R-Bros yang pernah ngerokok (termasuk Fawwaz dan Deri).

    Kita pun lanjut nonton film nya. Semua berjalan normal sampai akhirnya R-Bros menyadari bahwa pemeran utama di film itu mirip seseorang yang kita kenal, kita pun mikir keras. Dan akhirnya menemukan bahwa pemeran utama itu adalah cewe yang berperan jadi penjahat di film Skyhigh. Dan kita pun mencari tau orang disekitar kita yang mirip dengan pemeran itu. Beberapa saat kemudian, kita sadar bahwa cewe itu mirip Rachel di acara tadi, walaupun kata gue lumayan jauh juga perbedaannya. Tapi biarin lah.
    Sini yuk, sama Om.
    Setelah film selesai dengan ending lumayan ngeri. Kita pun tidur. Gue tidur paling akhir, karena mau main PES dulu di HP Rully, konyol emang. Saat yang lain tidur (gue belum) tercatat 2x telepon berdering dan pintu pun diketok-ketok. Karena gak mau ngebangunin yang lain dan gue lagi asik main Liga Champions di PES, jadi gue diemin aja, pura-pura tidur, lalu main HP lagi.

    Sekitar jam 2-an, hal konyol terjadi lagi. Ada yang nyetel lagu jam 2 malam, keras lagi lagunya. Gue yang belum tidur juga menghiraukan suara itu, gue kira itu telepon ke salah 1 HP temen gue. Gue pun menyadari kalo itu bukan telpon saat lagu itu belum berhenti juga. Awalnya, gue sempet berpikir bahwa di kamar ini ada hantu dan secara jail menyalakan lagu di HP temen gue. Lalu Rezky pun terbangun, gue dan Rezky pun mencari tau sumber suara tersebut. Dan kita menyadari bahwa suara itu berasal dari……alarm HP nya Fawwaz. Ya, Fawwaz ternyata menyetel alarm jam 2 malam, dan lupa dimatikan malam itu. Gue dan Rezky pun mematikan alarm itu dan kembali tidur. Termasuk gue yang akhirnya tertidur juga.

    Yah, cerita ini akan dilanjutkan di hari kedua. Terima kasih telah membaca. Wassalam :)
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Mulai sekarang, sekolah saya mengadakan sebuah program yang wajib dilaksanakan bagi semua siswa di sekolah saya (SMPN 43 Bandung) setiap hari Selasa sampai Kamis. Program itu terdiri dari olahraga (senam pagi) program kebersihan dan program keagamaan (sholat duha bersama bagi siswa Muslim). Buat kelas 9 (3 SMP) sendiri, setiap Selasa kita harus ikut senam pagi di sekolah, hari Rabu kita harus bersih-bersih di tempat yang udah ditetapkan per kelas, dan hari Kamis kita harus sholat Duha bersama di masjid sekolah. Dan buat kelas 8 dan 7, saya gak terlalu hapal hehe.

    Nah, saat itu hari Rabu dan saya sudah kelas 9, berarti saya dan yang lain harus mengikuti program kebersihan. Dan kebetulan sekali, minggu itu kelas saya kebagian buat membersihkan perpustakaan sekolah dan ruang kesenian. Saat itu ya jelas, saya lebih milih buat bersih-bersih perpustakaan daripada ruang kesenian. Ya mungkin karena saya lebih suka baca buku daripada mainin gitar (selain karena saya gak bisa, hehe) jadi saya pun ke perpustakaan sama beberapa teman saya dan mulai bersih-bersih perpustakaan sekolah.

    Setelah waktu untuk bersih-bersih hampir habis dan bersiap buat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) seperti biasa. Saya pun mulai melihat-lihat buku yang ada di perpustakaan sekolah (karena semua udah dibersihkan). Disaat temen saya yang lain pada ngobrol di perpus, cuman saya sama 1 temen saya yang liat-liat buku. Yah, karena saya sendiri suka banget sama buku dan hobi berbagai macem buku dari yang saya mengerti sampai yang tidak saya mengerti sekalipun (hehe) saya koleksi. Dan karena hobi mengkoleksi buku itulah di kamar saya penuh sama buku di beberapa rak dan itu kadang suka ngebuat temen saya heran dan kagum *malu*. Oke, balik lagi ke topik sebelumnya, 1 alasan lagi saya betah di perpus sekolah itu karena saya udah lumayan lama gak ke perpus sekolah, terakhir saya ke perpus sekolah itu kira-kira bulan Juni atau Juli, saat saya kelas 8 menuju ke kelas 9. Dan baru ke perpus lagi sekitar bulan November, saat saya kelas 9. Faktor sibuk dan banyak tugaslah yang membuat saya jarang ke perpus.

    Nah, setelah saya melihat-lihat buku yang ada di perpus sekolah. Tiba-tiba mata saya melihat sebuah buku yang bercahaya dari langit *alah* yang ada di salah 1 rak. “Buku apakah itu? Sepertinya buku bagus, karena memancarkan cahaya” itulah yang saya pikirkan saat melihat buku itu. Ya, itulah buku Petualangan Tom Sawyer karya Mark Twain, terbitan Pustaka Jaya.
    Ini dia bukunya

    FYI, buku Tom Sawyer adalah buku cerita pertama yang diketik dan bercerita tentang kehidupan seorang anak remaja di tepi Sungai Misissipi (kalo gasalah) dan si Tom Sawyer ini tinggal sama Bibi Polly termasuk anak bandel di lingkungannya, bukan contoh yang baik emang buat anak jaman sekarang. Tapi tetep aja, Tom Sawyer ini adalah anak yang cerdik. Dia kadang suka nipu Bibi Polly buat menghindari hukuman atas kebandelannya. Yah, begitulah, saya belum baca caritanya sampai selesai.

    Akhirnya, saya pun meminjam buku itu dan saat istirahat, tentu saja saya langsung baca buku yang sudah saya cari dari dulu itu dan ternyata saya temukan di, perpustkaan sekolah. Selama 5 hari itu, saya terus membaca cerita Tom Sawyer yang seru itu, saking serunya, saya pun berniat untuk (ekhem) “mencurinya”. Hehehe, maaf kalo niat saya ini agak jelek. Tapi, saya berniat seperti itu bukan karena gak mampu, tapi karena buku itu memang susah dicari di toko buku biasa. Saya adalah orang yang senang ke toko buku, tapi saya gak pernah nemu buku Tom Sawyer ini. Karena susahnya itu lah, saya awalnya berniat buat nyuri buku itu, alias gak pernah dikembalikan. Tapi, berkat hasil searching saya di Google, nyari informasi yang menjual buku Tom Sawyer ini, Alhamdulillah saya menemukan ada yang menjual buku ini secara online.

    Saya pun secara sedikit-sedikit mengurungkan niat untuk tidak mengembalikan buku itu, karena saya pun tau kalo mencuri barang sekecil apapun, tetap saja akan dihitung sebagai dosa. Dan sebelum saya kembalikan buku itu, saya sempat berniat konyol, yaitu ingin membeli buku itu dari perpus sekolah berapapun harganya. Tapi, setelah melihat di buku itu tertulis “Milik negara, tidak diperjualbelikan” maka saya pun mengurungkan niat konyol saya itu dan tetap akan mengembalikan buku itu. Dan setelah akhirnya 5 hari yang menyenangkan bersama buku itu, saya pun mau juga mengembalikan buku Tom Sawyer yang saya anggap bagus itu. Dan dengan rasa pasrah, saya pun akhirnya menyimpan buku itu kembali di rak perpus sekolah saya. Buku itu sekarang tenang dan damai bersama teman buku di rak tersebut.

    Yah, walaupun sampai sekarang yang menjual buku Tom Sawyer itu belum menjawab SMS saya apakah stok buku Petualangan Tom Sawyer masih ada, tapi tak apalah. Mungkin di lain hari saya bisa menemukan buku yang sama di tempat lain (dan semoga masih di Bandung) dan semoga saja harganya bisa lebih murah. Amiinnn
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Hari ini, temanku, Fiqri sedang dilanda masalah. Memang sih, ini bukan masalah yang terlalu besar. Tapi masalah ini telah membuat temanku menjadi panik.

    Ya, Fiqri kehilangan HP nya, tapi dia beruntung bahwa HP nya itu hilang di kelas. Kami berdua pun gak tau gimana prosesnya sampai tiba-tiba HP Fiqri hilang tanpa jejak. Semua ini bermula saat kami sedang mengerjakan soal matematika yang tadi diberikan oleh guru kami. Beberapa menit kemudian bel tanda istirahat pun berbunyi, kami berdua pun memilih untuk diam di kelas dan akan mengerjakan beberapa soal lagi yang baru diberikan guru kami. Karena guru kami sudah meninggalkan kelas (dan juga sudah waktunya istirahat), maka Fiqri pun mengeluarkan HP nya dan menyuruhku menyetel sebuah lagu, untuk menenangkan diri (walaupun sebagian orang menjadi tidak konsentrasi apabila mengerjakan sesuatu sambil mendengarkan lagu). Dan aku menaruhnya di tengah meja.

    Dan ketika kami sudah selesai mengerjakan soal, hal aneh (tidak terlalu aneh, sih) terjadi. Lagu yang kami dengar menghilang, begitu juga dengan HP Fiqri, hilang dari meja. Fiqri dan aku pun mulai panik, mulai bertanya-tanya satu sama lain mengapa HP ini bisa hilang di hadapan kami berdua, padahal tadi tidak ada siapa-siapa yang datang ke meja kami. Apakah aku dan Fiqri terlalu serius mengerjakan soal? Sampai-sampai lagu pun tenggelam dalam keseriusan kamu? Kami tidak tau. Dan aku pun heran, kalau ada yang jail, siapakah orang jail itu? Kami merasa tidak ad seorang pun yang datang ke meja kami saat kami mengerjakan soal tadi.

    Maka dari itu, kami pun yakin bahwa HP itu mungkin terjatuh ke dalam tas. Fiqri awalnya sangat yakin bahwa HP itu terjatuh ke tas Billy, atau tas dia sendiri. Tapi setelah kedua tas itu dibongkar, HP Fiqri masih juga belum ditemukan. Dan karena itulah Fiqri mulai menyalahkanku.

    “Ah, kal. Gara-gara kamu sih, jadi kan HP aku ilang. Udah mah Minggu lalu SD Card (kartu memori HP) aku ilang. Sekarang malah ilang HP nya.” kata Fiqri

    “Alah lebay, Fiq. Cari dulu lah, masa baru nyari bentar udah langsung nyerah sih?” kataku menasihati

    Seharusnya, pencarian HP Fiqri di kelasku lebih mudah karena semua siswa di kelasku sudah keluar semua, kecuali hanya beberapa anak perempuan dan kami berduaSemua siswa di kelasku (kecuali beberapa orang, termasuk kami berdua) sudah meninggalkan kelas. Seharusnya itu memudahkan kami mencari HP itu, tapi masih juga belum ditemukan. Aku pun sudah bertanya kepada beberapa anak perempuan di kelas, tapi hasilnya nihil, tidak ada yang tau HP Fiqri ada dimana. Dan akhirnya setelah mencari di segala penjuru kelas dan belum juga ditemukan, Fiqri mulai terus-menerus menyalahkanku, padahal aku juga tidak tau apa-apa (walaupun sebenarnya aku melakukan kesalahan karena melatakan HP di tengah meja sembarangan).

    “Ah kal, da kamu sih. Nyimpen HP di tengah meja, jadi ilang kan. Jadi weh aku gak istirahat, kan” kata Fiqri terus-menerus

    Aku pun sudah tidak tahan lagi karena Fiqri terus-menerus menyalahkanku dan mencari dengan tidak sabaran. Dan akhirnya kemarahanku pun memuncak. Sekarang, aku yang memarahi Fiqri.

    “Emang kamu doang yang gak istirahat? Aku juga jadi gak istirahat tau!! Makanya ang sabar dong nyarinya!! Jangan mau instan aja!! Saya aja dulu pas hilang kamera di sekitar bandara yang segitu luas 1 jam kemudian baru ketemu. Lha kamu, belum nyampe setengah jam nyari di sekitar kelas aja udah nyerah. Yang sabar dong!! Semua juga butuh proses, jangan mau terima beres aja!!” kataku kepada Fiqri

    Dan setelah itu, Fiqri pun akhirnya terdiam dan mulai mencari dengan lebih tenang, tapi masih juga belum ditemukan. Akhirnya aku pun menemukan sedikit harapan bertanya saat Sukma datang ke kelas, aku pun bertanya kepada Billy.

    “Suk, tadi liat ada yang mainin HP Fiqri gak? Samsung yang warna putih itu?.” Tanyaku kepada Sukma

    “Tadi saya asa lihat si Gilang lagi mainin HP warna putih pas mau keluar kelas, deh. Coba tanya Gilang aja.” Kata Sukma

    “Oke, makasih Suk. Eh, bukannya HP Gilang juga warnanya emang putih ya?”

    “Eeh, iya kali kal, hehehe. Maaf atuh kalo salah, da saya juga kurang tau hehehe” kata Sukma

    “Yaudah lah Suk gapapa. Nanti ditanyain ke si Gilang” jawabku

    Dan saat Gilang datang, aku pun mulai bertanya kepadanya, sesuai penjelasan dari Sukma.

    “Gil, tadi kamu liat HP Fiqri yang warna putih gak?” tanyaku kepada Gilang

    “Gak tau atuh, kal. Emang kenapa gitu? Hp Fiqri hilang, ya?”

    “Iya gil, aneh aku juga. Jadi ilang nya sama siapaa yaa?” kataku sambil kebingungan

    “Gak tau, kal. Coba cari lagi di kelas. Mungkin di tas siapa, atau jatuh ke lantai, atau diambil temen yang jail kali”

    “Ini udah dicari dari tadi, Gil. Makanya aku nanya ke kamu juga”

    “Aku juga gak tau ya, kal. Coba tanya Billy sana, mungkin aja dia tau atau mungkin aja dia yang ngambil, kal”

    “Aduhhh, Gilang. Mana ada sih maling yang bilang dulu kalo dia mau nyuri”

    Aku pun bertanya kepada Billy. Hasilnya? Nihil, Billy juga tidak tau dimana HP itu berada, keadaan ini menjadi semakin rumit, karena hampir semua siswa sudah memasuki kelas. Yah, setelah bel tanda masuk berbunyi, aku dan Fiqri pun masih terus mencari (karena guru pelajaran berikutnya belum masuk kelas). Wajah Fiqri pun sudah kecewa, setengah menangis. Dan disaat itulah, tiba-tiba aku melihat perubahan dari wajah Gilang yang menjadi sedikit mencurigakan, dia tersenyum-senyum sendiri, seakan telah menemukan ujung pelangi yang dipercaya merupakan tempat harta karun. Dan setelah perubahan wajah Gilang itulah, aku mendapati sebuah hal yang sudah kuduga sebelumnya. Ya, HP Fiqri ternyata diambil oleh Gilang!! Oh Tuhan, anak itu benar-benar harus ku hajar, ia benar-benar membuatku menjadi ikutan panik. Tapi, niat menghajar Gilang aku urungkan karena Gilang berbadan kecil dan aku berbadan besar, dan jika aku menghajarnya, bisa-bisa aku dipenjara seumur hidup di pulau terpencil, mengerikan sekali.

    Gilang pun menyerahkan HP itu kembali kepada Fiqri dan tertawa terbahak-bahak sambil menjelaskan “Aku tadi niatnya mau bertanya ke kalian berdua, tapi aku lihat kalian begitu konsentrasi mengerjakan soal ini. Dan aku pun lihat ada HP di tengah meja, yaudah aku ambil aja. Eh ternyata kalian berdua tidak sadar HP nya aku ambil, hahaha. Tapi tenang, aku gak akan ngambil beneran kok. Ahahaha” kata Gilang setengah tertawa.

    “Eits, tapi Billy yah yang ngerencanain semua ini.” lanjut Gilang

    Mendengar penjelasan dari Gilang, aku dan Fiqri pun mulai tertawa. Kami benar-benar tidak sadar bahwa HP Fiqri telah ‘dipaling’ dari meja kami tanpa disadari. Memang, Billy dan Gilang (aku juga termasuk, sih) termasuk orang yang jail di kelas, tapi kali ini aku benar-benar tidak tau apa-apa. Dan mendengar penjelasan tadi, aku jadi teringat kata Ibuku beberapa waktu yang lalu “Kalo musuhan/berantem atau jailnya anak SMP mah gak akan lama. Paling beberapa jam kemudian udah damai atau paling lama besok lah damainya.” itu kata Ibuku dulu

    Yah, begitulah hidup. Semua perlu proses, tidak ada sesuatu yang instan. Mie instan saja yang mengandung kata instan perlu proses sampai kita bisa memakannya dengan puas. Apalagi dengan hal yang tidak ada kata instan, jelas perlu proses. Jadi, yang jelas, sabarlah dalam menghadapi sesuatu. Tapi kita juga jangan terlalu sabar, nanti kita akan dikira gampang menyerah, hehehe.
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Jumat, 21 Desember 2012.

    Konon katanya, hari ini bakalan terjadi "kiamat" yang udah diramalin sama Suku Maya di Amerika sono beribu tahun yang lalu. Bahkan tahun 2010 lalu, ada film yang judulnya "2012" yang ngegambarin kiamat di bumi hari kemaren (21 Desember). Walaupun menurut gue filmnya sedikit aweu, masa Amerika Eropa Asia ancur tapi Afrika nggak...

    Yah, setidaknya gue bisa berbangga cerita ke anak gue "Dek, Papah sama Ibu kamu itu adalah generasi yang selamat dari 'kiamat' loh. Makanya kamu kalo dianggap temen sama gebetan kamu jangan nangis, Papah aja bisa selamat dari 'kiamat' waktu Papah masih SMP dulu". Begitulah #MaklumJomblo

    Dan hari ini juga adalah hari pembagian rapot Semester I di SMPN 43 Bandung, yang kayanya bakal jadi akhir masa woleess gue di SMP karena di semester 2 kita harus belajar keras (bukan belajar sambil main smek don) buat menghadapi UN (Ujian Nasional). Omong-omong, kalo aja UN dijadiin film, kayanya filmnya bakal lebih nyeremin dari film "Pocong Ngepot : Ketika Pocong Tak Lagi Jemping" yang konon katanya disertai adegan asli.

    Seperti biasa, kelas 9 kebagian ambil rapot pas jam 9 pagi, abis kelas 7 dan 8. Ibu gue pun dateng jam 9 kurang, nunggu di kelas gue sambil ngobrol sama ortu siswa lain, sementara gue dan temen-temen seperti biasa cuman diem di meja depan kelas atau keliling sekolah nunggu Jumatan.

    Setelah Bu Ida (Wali Kelas gue) selesai cuap-cuap ke ortu siswa, akhirnya sesi bagi rapot dimulai. Bu Ida nyebutin rangking 1 sampe 10 dulu. Gue sendiri Alhamdulillah dapet rangking 8, gak terlalu buruk lah. Sementara rangking 1 lagi-lagi direbut Fawwaz, sekaligus jadi Juara Umum Angkatan, lagi.

    Setelah selesai jam 10an. Ibu gue pun cuman jelasin nilai ini blablabla dan pulang duluan. Gue sendiri cuman nongkrong bentar di sekolah sama R-Bros, dan pulang jam 11an. Saat di angkot, gue mau nyari kamera gue (iya, sedikit bodoh emang bawa kamera digital pas pembagian rapot) di tas. Tapi pas gue cari, gaada. Awalnya gue pun mencoba tenang dan berpikiran "Paling juga ada di bagian bawah tas".

    Setelah di rumah, gue lanjut cari kameranya. Dan.ternyata.beneran.ilang. Kamera gaada di tas. Gue pun coba inget-inget dimana aja gue bawa kamera. Yang terakhir gue inget cuman kamera ada di saku kiri celana gue pas mau keluar gerbang sekolah, abis itu gatau dah. Setelah Jumatan, gue pun berniat balik lagi ke sekolah buat nyari tuh kamera.

    Setelah Jumatan dan sampe di sekolah. Gue mulai nyari di beberapa tempat, nanya ke penjaga sekolah, sampe nanya ke tukang minuman depan sekolah. Temen yang masih ada disana pun nyoba bantu. Tapi hasilnya negative. Gue pun mencoba tenang, dan bilang hal ini ke ortu gue lewat telepon. Sempet panik sih Ibu gue, tapi ya gimana lagi. Semua sudah diatur oleh tangan yang sama.

    Ini berarti sudah 2 (iya, dua) kamera yang gue ilangin. Kamera pertama gue ilang waktu gue mau berangkat ke Solo naik pesawat. Kemungkinan ketinggalan di Taksi atau di Bandara Husein. Dan sebenernya, kamera ini juga sebelumnya pernah ilang di Bandara Husein (lagi), tapi untung ketemu.

    Buat isinya, kamera itu berisi foto pas porak kemaren, termasuk foto saat Alana (Kiper 94) nendang bola dengan posisi spektakuler dan waktu gue ke depan ngambil Piala Juara I Cerdas Cermat (hohoho). Baru beberapa yang gue masukin ke laptop gue. Ikhlaskan sajalah.

    Mungkin ini adalah cara Allah ngingetin gue buat lebih fokus lagi ngejaga barang. Mungkin Allah bilang ke gue "Kalo ngejaga gitu aja gabisa, gimana mau ngejaga anak istri?" #Ea. Begitulah. Gue udah ikhlaskan ini. Kiamat di "Hari Kiamat". Bukan kiamat sih sebenernya, tapi kebetulan aja ilangnya pas 21 Desember.

    Makasih udah nyempetin baca tulisan gajelas ini. Wassalam.
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !

    Sempak Sepak bola itu permainan universal, bisa dimainkan oleh siapapun dan kapanpun. Dan telah mendarah daging bagi beberapa orang, khususnya cowo. Tapi, kalo misalnya kita main bola dan salahnya banyak, pasti temen kita pada teriak ke kita "Lo bisa main gak sih?" atau "Maneh bisa teu sih maen bola?" atau yang paling horror adalah saat kita diteriakin "MANDULL!!! Teu bisaeun maen bola!!" seakan-akan urat kemaluan kita terputus sehingga kita gabisa nendang lagi. Oke, gue gak tau apa hubungannya. Tapi, menurut penelitian Lembaga Jomblo Indonesia, teriakan "Mandul!!" itu ada hubungannya sama sistem reproduksi (karena gue baru belajar tentang materi itu di sekolah) dan bisa diartikan sebagai berikut :
    1. Gawang itu bagaikan sel telur pada rahim wanita. Yang akan menerima 'sperma' alias bola sepaknya
    2. Bola sepaknya tersebut bagaikan sperma, yang mau mencoba masuk ke dalam 'sel telur' alias gawangnya
    3. Kita itu bagaikan cairan semen, yang mengantarkan 'sperma' alias bola menuju 'sel telur' alias gawang.

    Udah ngerti arti teriakan "Mandul!!!" saat main bola? Bagus. Nah, beberapa waktu yang lalu, gue main bola sama temen PMR gue di sekolah. Tapi, dari peristiwa itu, gue bisa menarik 1 kesimpulan : Ternyata rata-rata cowo di PMR 43 itu MANDUl saat main bola!!. Oke, mungkin ini adalah salah 1 aib terbesar bagi para cowo anggota PMR Smpn 43 Bandung. Tapi, itu fakta. Gue gak tau kenapa, mungkinkah karena mereka itu menganggap gawang sebagai ovidak atau saluran menuju sel telur hingga sang sperma alias 'bola' harus melakukan perjalanan lagi? Atau apakah sebenarnya mereka itu adalah para Sma*shbles yang siap menghancurkan seisi dunia dengan memakai Nokia 3310? Gue gak tau apa hubungannya, Wallahu a’lam.

    Yah, begitulah. Awalnya, setelah eskul selesai, gue dan beberapa adik kelas gue ngajakin main bola di lapangan sekolah, mumpung kosong. Dan gue ikutan, dengan memakai jersey PDU (Pakaian Dinas Umum) PMR, gue pun berlari dengan gagah merebut bola dari kaki lawan bagaikan hujan yang turun tanpa air (?). Tapi anehnya, saat striker tim gue sudah ada di depan gawang dan bola sudah di kaki mereka, si striker itu selalu gagal mencetak gol, dan yang paling banyak menurut gue adalah si Ariya. Dia sebenernya udah beberapa kali membawa bola sendirian ke gawang lawan yang di"kunceni" oleh Panji. Tapi, tendangan Ariya selalu melenceng dan Ariya belum berhasil menaklukan gawang Panji. Ayman juga hampir sama, Komandan PMR yang baru tersebut kadang gagal bila dia sudah di depan gawang dan bola ada di kakinya. Tapi, justru dia berteriak paling keras kalau Ariya gagal mencetak gol. Horror sekali anak ini. Mungkin, kalian bertanya "Kalo lo gimana kal? Nge-golin gak?". Ekhem, gue sih ada di belakang (nama ilmiah : bek). Gue bertugas menghalau bola dari kaki lawan, terutama si Fakran alias "Boyben", dan hasilnya? Gawang gue cuman kebobolan 2 bro......dan memasukan 1 gol, sial.

    Ah, bagaimanapun. Teriakan "Mandul!!" masih menjadi kalimat horror bagi para striker. Dan salah 1 striker yang pernah dicap "Mandul" oleh temen-temen gue adalah Christian Gonzales saat masih main di Persib. Oh Tuhan, saat itu dia terlihat begitu sulit mencetak gol. Yah, begitulah, namanya juga idup. :))
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Biasanya, kalo kita ulang tahun ini kita pasti dijailin sama temen kita. Mulai ada yang dijailinnya dengan dilempar telor, diceburin ke balong sekolah dan bahkan yang ekstrim dengan menyuruh orang yang ulang tahun itu untuk pacaran dengan beruang kutub lalu mereka akan dicalonkan ke New7Wonders dan masuk ke acara On The Spot. Entah apa hubungannya beruang, pacaran, New7Wonders dan On The Spot. Tapi biarlah, namanya juga usaha. Atau bahkan ada juga yang karena kadar Forever Alone dalam dirinya sudah melebihi batas internasional, maka dia merayakan ultahnya dengan diri sendiri aja, seperti ini :
    Ini adalah salah 1 orang yang kadar Forever Alone dalam dirinya sudah diatas rata-rata manusia jomblo biasa
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Pertama-tama gue mau mengucapkan Hidup seperti Larry!! Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah!! Semoga amal sedekah kalian diterima di sisi Allah Swt. Baik orang yang kurban atau kambing yang dikurban. Aminn!!!

    Oke, Idul Adha. Salah 1 hari yang bisa disebut dengan "Hari Pembunuhan Massal" oleh kaum sapi, kambing, domba, unta dan kerbau. Bagi para sapi dan kambing bahagia (terlebih sapi dan kambing yang gak jomblo) ini adalah hari paling menyeramkan bagi mereka, karena misalnya, ada sapi yang lagi pacaran, tau-tau salah 1 sapi betina atau jantan nya ditarik, dirobohin dan lehernya dipotong, bayangin tuh gimana galaunya si sapi yang 1 lagi, galau abis, walaupun nanti sapi yang 1 lagi masuk surga. Tapi bagi para sapi penderita jomblo akut (terlebih lagi penderita jomblo dan labil akut), hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidup mereka, ya karena para sapi itu merasa hidup nya itu sudah tak berguna atau dalam bahasa alay dibaca sebagai berikut "4qwuh y4nk t4k kw4t s3nd1ri" dan tau-tau ada acara Idul Adha atau dalam bahasa sapi disebut "Pembunuhan Massal", ya jelas aja para sapi jomblo itu senang, karena mereka telah selesai menghadapi masalah dunia. Dan mereka pun masuk surga, mantep abis dah sapi jomblo ini.

    Tapi, bagaiman dengan nasib para manusia jomblo akut seperti gue? Apakah di dalam "Kamus Besar Bahasa Manusia" ada istilah "Hari Pembunuhan Massal" atau dalam bahasa sapi disebut "Idul Adha" ?? Gue pikir gak ada, seperti yang terjadi di sekolah gue (Smpn 43 Bandung) yang mayoritas siswanya menderita jomblo akut, dan gue termasuk. Apa yang terjadi dengan para jomblo di sekolah gue? Dan bagaimana nasib siswa yang gak jomblo di sekolah gue? Oke, gue akan nyeritain kisah Idul Adha di sekolah gue, ini dia (Peringatan : Untuk orang yang menderita alergi terhadap kepala kambing utuh, diharap membaca artikel ini sambil memakai apa saja yang bisa dijadikan penutup mata, karena kepala kambing utuh yang akan ditampilkan disini berasal dari spesies kambing jomblo).

    Senin, 29 Oktober 2012, 13 Zulhijah 1433 H. Sekolah gue ngadain acara "Pembuhunan Massal" atau "Hari Raya Kurban" di sekolah gue Smpn 43 Bandung. Sekolah gue ngelaksanakan kurban pas Hari Senin karena, masih hari Tasyrik. Pas gue baru memasuki gerbang sekolah dan gue liat ada 3 kambing dan 1 sapi yang akan dijadikan korban, gue gak ngeliat eskpresi galau para hewan tadi, wajah mereka masih tentran damai dan bahagia permai, mungkin karena mereka jomblo. Dan setelah upacara lalu melewati "Jam-jam susah" (Baca : belajar) sampe jam 9, akhirnya guru gue mengumumkan bahwa acara "Pembunuhan Massal" akan segera dimulai dan semua siswa diharapkan buat keluar. Setelah gue menuju taman sekolah (tempat diadakannya acara pemotongan) gue pun mulai melihat wajah 3 butir kambing dan 1 helai sapi tersebut sudah mulai resah. Bahkan gue liat salah 1 kambing yang mau disembelih itu ada yang lagi mengangkat tangan sambil berdoa "Ya Allah, kenapa kau matikan aku dalam keadaan jomblo, Ya Allah? Kenapa?" dan gue liat kambing 1 lagi ngerangkul kambing yang lagi galau itu sambil menyanyikan lagu "Mengheningkan Cipta", kasihan mereka.

    Cerita akan gue lanjutkan nanti, hehe :)
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Ekhem. Oke, tadi siang di sekolah gue, SMPN 43 Bandung, ada peristiwa yang kurang enak, dan prihatin. Apa peristiwanya? Tadi siang itu di sekolah gue ada peristiwa (maaf) kesurupan massal. Karena gue gak tau cerita lengkapnya, jadi kalian bisa liat beritanya Di sini. Tapi kenapa bisa ada kesurupan massal di sekolah gue? Yang jelas, ada setan yang menggangu. Tapi ceritanya gimana? Gue juga kurang tau, karena tadi abis olahraga gue mau ke kelas dan di masjid sekolah gue ngeliat ada banyak orang ngumpul. Pas ditanya ke temen gue, dia bilang katanya ada kesurupan (lagi).

    Dan yang kesurupan itu menurut berita ada 30 orang, termasuk 28 perempuan dan 2 orang laki-laki. Gue gak tau kenapa bisa sampe kesurupan gitu, yang gue tau dari temen-temen sih mereka kebanyakan melamun dan menurut riwayat (yailah bahasanya) SMPN 43 memang terkenal (ekhem) rada angker dan kadang ditemukan kasus kesurupan (walaupun dulu). Bahkan katanya SMPN 43 Bandung pernah ada di cerita Nightmare (program Ardan Radio Bandung tiap Malem Jumat yang nyeritain berbagai kejadian horror di Bandung). Jadi, beberapa lama setelah kejadian, akhirnya sekolah dipulangkan. Mungkin bagi sebagian orang dipulangkan itu menjadi momen yang sangat membahagiakan karena yang seharusnya pulang jam 2.20 jadi pulang jam 12.

    Mungkin juga bagi sebagian orang (kaya gue) dipulangkan lebih awal itu jadi suatu hal yang gak rame, kenapa? Karena, 1. Gak jadi eskul 2. Gue lagi puasa, jadi males kalo ngabuburit di rumah, bravo. Tapi, bukan itu sebenernya inti dari cerita ini.

    Balik lagi ke cerita, dan katanya juga si jin yang menyebabkan kesurupan itu menyebar ke kelas-kelas (gilir kelas lah maksudnya) yang dimulai dari kelas 86 lalu berlanjut ke kelas lainnya. Dan sebelum gue pulang, gue ngeliat ada 1 siswa yang diangkat sama beberapa orang sambil teriak-teriak. Dan sesudah itu gue pulang. Dan di kelas gue, 9.8, gue berulang-ulang baca Ayat Kursi, bahkan laki-laki di kelas gue pada baca tasbih bareng-bareng, yah sekedar penghibur dan memohon perlindungan lah hehe. Tapi, sekali lagi, bukan itu inti dari artikel ini.
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Sebenernya artikel ini adalah artikel sambungan dari artikel gue yang sebelumnya, yaitu Kenapa Gue Harus Baca Itu?. Kenapa harus lanjutan? Apakah saat gue membuat artikel tadi tiba-tiba otak gue pergi mencari rumput yang bergoyang Samba? Jadinya artikelnya kepotong di tengah. Tapi bukan itu alesan gue bikin lanjutannya. Sebenernya artikel lanjutan ini tokoh utamanya tetep si Engkoh alias Rezky. Makadari itu, kepada Rezky, harap baca artikel ini!! Dan jika kau tidak mengerti bahasanya, coba tanyakan kepada Ikan Hiu air tawar yang hidup di padang pasir. Insya Allah dia mengeri bahasa blog gue.

    Dan artikel ini juga gue buat karena si Rezky ternyata ngehapus artikelnya yang dibahas di artikel sebelumnya, About My Heart. Bisa kalian liat sendiri, artikelnya udah gak ada kan? Dan yang menjadi pertanyaan gue adalah, kenapa artikel itu dihapus?! Apakah dia menghapusnya karena dia takut (mantan) nya itu berubah menjadi manusia keong dan membuat Rezky nangis urin kaya tadi sore? Gue gak tau. Padahal menurut gue artikel itu keren banget, bahkan menurut Lembaga Survey Jomblo Indonesia, artikel About My Heart menempati urutan 1 artikel paling jomblo di Indonesia, peringkat kedua ditempati oleh artikel Dari Bangku Naik ke Hati. Tapi, kenapa Rezky tega banget ngehapus artikel itu? Kalo menurut khayalan gue, dia hapus artikel itu sama dengan orang yang membakar seluruh habitat rumput bergoyang.

    Mungkin, si Rezky ngehapus artikel ini karena..... ah, begitulah. Atau dia malu sama (mantan) nya takut ngebaca artikel itu dan nanti dia akan dikutuk menjadi jago silat seperti Chuck Norris, eh maaf salah. Mungkin dia ngehapus karena takut (mantan) nya baca dan dia akan malu seumur hidup. Gue juga gak tau, hanya Rezky, Tuhan dan rumput yang menari Samba yang mengetahuinya. Tapi, gara-gara Rezky menghapus itu, artikel gue, Dari Bangku Naik ke Hati secara resmi menjadi artikel paling jomblo no. 1 se-Indonesia. Yang penting, untuk Rezky : Tolong Jangan Hapus Artikel Itu!!
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Peringatan!! Tidak Dianjurkan Bagi para Pembohong dan Bagi yang Mempunyai Penyakit Susah Move-on. Tidak dianjurkan membaca artikel ini. Karena artikel ini mengandung anak tingkat kejujuran di atas rata-rata. Terima kasih

    Ya, artikel ini emang mengandung isi yang super jujur, lebih jujur dari para pembohong yang bilang ke polisi kalo dia melubangi kaca dengan seekor kepiting. Oke, artikel ini berisi tentang proses gue suka sama kecengan gue sekarang. Gue ngeceng dia udah 1 tahun 3 bulan. Jadi bukan 2 tahun kaya yang Fawwaz bilang di peristiwa pembajakan Sms paling gak berkepri-sms-an sepanjang sejarah dan kata Billy yang bilang gue udah suka sama dia sejak 3 tahun yang lalu, kampret. Tapi, omong-omong. Kenapa ya gue nulis artikel ini? Asal lo tau aja, nulis artikel kaya gini tuh butuh keberanian tinggi. Kaya keberanian kita nanjak Gn. Everest, keberanian kita menjelajahi Sungai Nil dengan berenang, dan keberanian untuk naik Istana Boneka di Dufan sendirian *alah lebay ah*.
    Bukan sekolah gue kok
    Asal lo tau aja, efek samping nulis artikel ini ada banyak, diantaranya: diciee-cieein oleh anak seluruh kelas (terutama yang jomblo), dan yang lain lo pikir aja sendiri heheh *buntu ide*. Tapi, yang jelas gue punya alasan dong buat nulis artikel ini. Nah, sekarang gue bisa ketawa jahat sama kalian karena biasanya kan kalian suka bilang gini “Akh si Haykal mah nyari alasan biar bisa ketemu sama badut ancol aja susah, apalagi alasan buat bikin artikel ini.” Sekarang, gue punya alasannya nih!! Huahahahaah *ketawa jahat bagaikan luwak digencet lumba-lumba*. Gue nulis artikel ini karena si Rezky, tapi bukan karena gue suka sama si Rezky. Kalo homo juga gue pilih-pilih, gue gak mau homo sama laki-laki (Lha gimana dong jadinya?). Gue nulis artikel ini karena si Rezky di blog-nya juga nulis artikel serupa. Dan artikel di blog Rezky tersebut merupakan tantangan dari gue. Gue mencoba membalas dengan nulis artikel ini. Huahahahah *ketawa badut jahat yang ada di Winnie the Pooh*. Ehem, gue pertama kali suka sama kecengan gue itu melalui 2 proses, dan semuanya saat ada pelajaran di kelas gue. Dan gue juga gak tau pengen ngapain. Jadi, langsung aja ya. Rezky Sangga, baca ini!!:

    Pelajaran Matematika
    Gue lupa kapan, tapi yang jelas hari itu ada pelajaran Matematika di kelas gue, 78. Dan hari itu kami harus menjawab soal yang diberikan Pak Asep (Guru Matematik kelas gue) beberapa hari lalu...di papan tulis depan kelas. Dan berhubung gue adalah Milanisti setia, akhirnya gue ngacung buat menjawab soal ke depan *mulai gak nyambung. Dan, kecengan gue pun ngacung. Gue dan dia menjawab soal terakhir di kelas, dan ternyata, spidol kami berdua habis!! Spidol nya abis broh!! Gue dan dia pun diem di depan kelas sambil nungguin orang yang ngisi ulang spidolnya di TU. Dan tanpa disangka, teriakan ”Ciee” pertama itupun berkumandang bagaikan paduan suara sekelompok Malaikat *alah lebay*. Karena gue dulu belum suka sama dia, jadinya gue hanya heran dan bengong aja, lalu tiba-tiba muntah darah. Oh enggak ya?

    Setelah pelajaran Matematika abis, gue pun salaman ke Pak Asep. Dan saat gue salaman, Pak Asep senyum sambil bilang ke gue ”Yara...”, gue pun hanya bengong karena saat itu gue belum suka sama dia.

    Pelajaran PLH
    Kamis, 26 Mei 2011. Tepat saat ulang tahun Bapak gue. Dan hari itu Bu Siti (Guru PLH kelas gue) gak bisa ngajar dan nyuruh siswa sekelas buat nulis catatan yang ditulis dipapan tulis. Suanasa kelas begitu hening, saking heningnya, semua siswa pada gak sadar kalo gue abis terbang naik elang keliling kelas. Karena gue males nulis di lantai kaya yang lain (Nulis nya di buku tapi tempatnya di lantai gituu) gue nyari tempat duduk random (acak) yang kosong. Beberapa saat setelah duduk disitu, si Yara menghampiri gue dan bilang ”Aku duduk disini ya?” Karena gue adalah anak baik hati yang suka ngejar layangan putus sampe ke Paris, gue pun bilang ”Iya sok aja”. Tapi tanpa surat pemberitahuan terlebih dahulu si Adit datang dan berkata layaknya seorang pembunuh ayam ”Yara awas ih kan aku tadi duduk sama Haykal!!”. Lalu, Yara pergi dan akhirnya nulis di lantai, miris emang.

    Beberapa menit kemudian, gue pindah bangku lagi. Kali ini ke bangkunya Yara. Tapi karena Yara lagi nulis dilantai, malah Aninda (Temen sebangku Yara) yang datang. Beberapa menit kemudian, gue pindah lagi, kali ini sama Fawwaz. Dan Yara pun pergi ke bangku nya, dan disana ada Adit. Alhasil Adit duduk sama Yara. Dan kayanya di Fawwaz masih keinget pas cerita pelajaran Matematika. Jadi Fawwaz bilang dengan kerasnya ”Adit awas kamu teh jangan duduk sama Yara, nanti Haykal cemburu hhehe”. Karena dulu gue belum suka sama dia, jadi gue bilang ke Fawwaz ”Naon ai Fawwaz!!”. Dan beberapa saat kemudian gue pindah tempat duduk lagi, kali ini ke bangkunya Yara untuk ke 2 kalinya, tapi kali ini gue duduk sama Yara (lagi).

    Tapi gak tau kenapa, sejak saat itu gue jadi punya perasaan ke dia. Dan sejak saat itu kita ber 4 (Gue, Billy, Aninda sama Yara) jadi makin akrab karena Aninda dan Yara duduk dibelakang Gue dan Billy. Sejak saat itu, gue dikatakan berhasil move-on dari temen SD gue. Dan siapa yang sangka, 1 tahun 3 bulan kemudian atau seterusnya gue jadi susah move-on dari dia. Kampret. Begitulah, begitu banyak bagian yang mengerikan.
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Buat Rezky Sangga: Baca artikel ini, kalo engga juga gapapa sih hehehe

    Oke, kenapa gue harus baca?! Kenapa ki?! Kenapa gue harus membaca artikel mu yang berjudul About My Heart itu?! Kenapa?! Ya Tuhan, ambil akuhh!! *mati karena terlalu banyak produksi busa dari mulut*. Ekhem, gue rada gak nyante nih. Gimana gak nyante, masa gue disuruh baca artikel si Rezky yang judulnya About My Heart. Dan di artikel itu, gue diharuskan membaca nya. Padahal artikel itu menjelaskan tentang bagaimana dia bisa suka sama kecengannya sekarang. Lha kok malah gue yang disuruh baca? Apakah selama ini gue dianggap sebagai perwujudan kecengan Rezky? Gue juga gak tau.

    Dan si Rezky ini membuat artikel tersebut karena 2 hal. Yaitu:
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Uhuk, hari ini Senin 7 Mei 2012 gue bisa dikatakan berhasil melakukan modus dengan cara ketidaksengajaan. Lha, kenapa dikatakan ketidaksengajaan kal? Ya, karena gue berhasil melakukan modus karena factor tempat duduk. Ya tempat duduk, bukan tempat mandi, bukan tempat dimana burung hantu bernyanyi (emang burung hantu bisa nyanyi?) bukan juga tempat The Muppets tampil. Tapi, tempat duduk.

    Ekhem, gini nih. Hari itu, ternyata ada kabar kutu kumpret yang datang ke kelas. Bahwa hari itu bakal diadakan ULANGAN HARIAN BAHASA SUNDA *jeng jeng jeng jeng* *nari tor-tor di atas meja guru sampe keluar busa dari mulut* (suasana di tempat angker yang mempunyai fasilitas tempat spa khusus ikan koi dan arena mandi bola) Ya, hari itu ada ulangan Bahasa Sunda, dan otomatis sekelas pun panic. Padahal pengumuman ulangan ini sebenarnya udah diumukan dari Seminggu yang lalu, heheh parah ya kelas gue? Siapa dulu dong Ketua Kelas nya *berpose ala kadal dimakan lumba-lumba*.

    Ya, dan saat Bu Imas (Guru Bahasa Sunda kelas gue) datang. Dia langsung bilang bahwa duduknya kali ini harus laki-perempuan. Bukan laki-cowo, bukan perempuan-cewe, bukan cowo-perempuan, bukan juga laki-cewe. Tapi laki-perempuan. Setelah itu, Bu Imas ngomong lagi make Bahasa Sunda (Gue terjemahin ke B.Indonesia aja bisi pada gak ngerti) “Sok kalian semua duduknya tukeran sama meja yang ada di sebelah kalian. Sok mulai sekarang”. Dikelas gue kalo misalnya sebangku anak cowo. Disebelah, didepan dan dibelakangnya harus bangku yang anak cewe. Begitupun sebaliknya. Dan gue duduk sama Hikam, didepan gue Wineu dan Nunik. Dibelakang Farel dan Abdul (Karena dulu mereka duduk paling depan dan gue paling belakang) dan disebelah kanan ada Putri dan Mega. Lalu disebelah kiri gue ada, Annisa dan Yara.

    Berhubung barisan gue dulu ada di ujung kanan, jadi otomatis gue harus sebangku sama salah satu bangku yang ada di kiri gue, yaitu antara Yara dan Annisa. Dan menurut factor posisi duduk (di kanan atau di kiri) ternyata, gue harus duduk sama si Yara. Arrghh!! Dan gue yakin ya, saat mengetahui gue harus sebangku sama Yara, semua anak 88 ngomong dalam hati “Ah si Haykal mah, ngomongnya aja gamau duduk sama Yara. Tapi dalam hatinya mah udah berbunga-bunga. Sampe bunga bangke pun ada didalem sono” Ah kampret.

    Dan untuk diketahui aja, gue emang beneran suka sama si Yara. Tapi, kenapa gue rada males duduk sama dia? Bukan karena gue bakal grogi setengah hidup lalu dikertas ulangan gue hanya menulis semua nama warga di RT sekitar rumah gue. Bukan, gue rada males karena pasti gue bakal diciee-cieein. Apapun yang terjadi, pasti kalo gue udah ada yang berkaitan dengan Yara, pasti diciee-cieein. Hidup gue memang freak. Tapi, yaudah, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kenapa Untung tidak dapat diraih? Karena Pak Untung merupakan Bapak dari temen gue, Rezky. Masa gue ngaku-ngaku jadi anak Bapaknya Rezky? Nanti gue dijadiin tutug oncom siap haji dong sama si Rezky. Dan kenapa Malang tak dapat ditolak? Karena gue tinggal di Bandung, jadi gue terima aja kalo ada yang ngajak gratis ke kota Malang, lumayan lah hemat-hemat ongkos. Eeh maaf jadi ngelantur.

    Yah, begitulah, gue naik elang jalan ke bangkunya Yara. Dan selama perjalanan yang sebenarnya hanya memakan waktu beberapa detik ini. Bagi gue serasa perjalanan ini terasa sejauh, yang bahkan bila burung tercepat sepanjang sejarah terbang selama 1000 tahun juga belum nyampe. Setelah Bu Imas menbacakan soal dan kami harus menjawabnya langsung di kertas ulangan. Saking groginya, gue gak kepikiran buat nyontek. Malah, pas soal nomer 6, si Yara nanya ke gue dengan nada pelan “Eh kal, nomer 6 apaan?” Gue pun, dengan gaya Panda bergaya Swahili hanya bisa diam saja sambil memperlihatkan kertas ulangan gue ke arah dia. Dan dia menyontek dengan riang gembira. Selain ke gue, si Yara juga nyontek ke Tsabit dan Nunik. Lha gue, nyontek aja kagak kepikiran, saking groginya duduk sama kecengan, hehehe.

    Dan pada saat pemeriksaan jawaban, dia kadang berkata dengan nada yang sangat indah #ekhem. Gini “Haykal aku bener gak nomer 1?” Gue jawab “Gak tau atuh nanti saya tanya dulu” Dan sebelum gue bertanya ke guru, dia langsung bilang “Kal, yang nomer 1 aku mah bener tau!!” *nada gak nyante*. Yah, sesudah penilaian tadi. Ternyata si Yara ini dapet nilai 8, weisszz  Dan gue dapet nilai, 6 -___- saking groginya gue sampe gak bisa konsen buat nentuin jawaban yang bener.

    Yah, puncak modus ini terjadi saat Bu Imas menanyakan nilainya. Dan harus temen sebangkunya yang ngomong. Dan seperti yang sudah gue kira, pada saat nama gue dipanggil “Haykal berapa nilainya?” Dan karena Yara yang harus bilang, si Yara pun bilang dengan suara lantang “ENAM Bu!!” -___- Setelah itu, maka terdengar kata “Ciee-cieee” yang sangat keras dari seluruh siswa 88. Kampret dasar, dan tidak disangka Bu Imas pun ikut-ikutan dan bilang “Oh Haykal teh ada hubungan ya sama Yara?” Dan seketika sekelas pun berteriak “Iya bu iya, betul banget bu. Maknyus deh bu, super sekali bu. Super!!” Maka, gue dan Yara pun berteriak bersamaan ”Engga bu engga bu, bohong itu bu. Sumpah enggak bu. Silahkan tivi 2 jendelanya dibeli bu”. Eeh, yang terakhir itu engga deng. Dan setelah teriakan super kampret dari seluruh kelas tersebut, Bu Imas melanjutkan menanyakan nilai.

    Dan, pada saat giliran Yara (Yang absen terakhir) yang ditanya dinilainya. Gue pun langsung menjawab dengan suara seperti lumba-lumba minta dikawinin sama burung merak ”DELAPAN Bu!!” Dan, seketika itu juga teriakan kampret kembali dikumandangkan di seluruh kelas ”Ciee-cieee!!” Dan gue pun hanya bisa pasrah dan kayang sambil atraksi singa kayang (lho?). Tapi, untungnya yang kedua itu hanya terjadi sebentar, gak selama dan gak sepanjang yang pertama. Yah, setelah itu. Gue kembali ke tempat duduk semula, yaitu sama Hikam. Yaudah, setelah itu semua berjalan seperti biasa. Belajar-mikirin-elang-kesayangan-gue-lalu-galau-dan-udah. Ekhem, mungkin hanya itulah modus ketidak sengajaan yang bisa gue lakukan di hari itu. Dan sejujurnya, hari itu gue seneng karena bisa duduk sama Yara (Seumur hidup gue baru bisa 5 kali duduk sebelahan sama dia) hari itu juga gue kesel karena sekelas telah meneriakan gue dengan teriakan ”Ciee-ciee” nya yang menurut gue menjadi teriakan kampret di kelas 88. Dan gue sedih karena ternyata KKM pelajaran B. Sunda itu 69 dan gue dapet 60. Jadi gue harus di remed, what the hell -____- *showeran di bawah air terjun Niagara*.

    Gue juga sekarang gak tau harus cerita apalagi, karena hari itu yang gue inget. Ya cuman itu, yaudah deh ya. Apapun modus yang kau lakukan, baik sengaja ataupun tidak sengaja, tetaplah bersyukur karena banyak orang lain yang tidak bisa melakukan modus kepada pacar/kecengannya secara langsung (Baca: LDR). Terima kasih telah membaca kisah modus gue ini, Wassalam 
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    4 dan 8. Gue heran, kenapa dari kelas 7 gue banyak banget dapet angka yang berkaitan dengan ini. Kebanyakan hal yang gue dilakukan di sekolah gue kadang-kadang terdapat nomer 4 atau 8. Tapi, 1 pertanyaan. Kenapa harus 4 dan 8? Kenapa ya Allah?! Apakah angka ini melambangkan tanggal lahir gue, 12 (kan 8=4=12. Ah ketauan nih keseringan nonton sinetron laga).

    Ekhem, pertama kali yang gue inget, gue dapet ke kelompok 4. Saat gue ikut Pelatihan di Daarut Tauhid, bukan Tahu Tauhid. Daarut Tauhid itu yang punya Aa Gym itu loh, gue ikut pelatihan 3 hari disana. Dan saat dibagi kelompok, gue masuk kelompok 4 Ikhwan (Laki-laki) Gue pertama gak curiga sih (ngapain curiga, lo kira angka 4 gue anggap sebagai teroris yang kemana-mana naik naga? Engga kan :P).
    Bukan iklan travel, tapi kalo mau dibayar juga gapapa
    Dan, setelah itu semua berjalan seperti biasanya (tahun 2010 loh) Daftar Smp-sekelas-ngeceng-gabisa-move-on-galau-udah. Sampe pas acara pembagian kelas pas tanggal 14 Juli 2010 (Ya, 2010) kalo gasalah. Gue masuk kelas 78. Dan sampe situ pun gue belum mulai curiga. Sampe pas pertengahan kelas 7 pelajaran IPA dibagi kelompok, dan kalo gasalah gue masuk kelompok 4.

    Tapi, gue paling banyak masuk kelompok 4 itu adalah di kelas 8. Dan, gue ternyata masuk kelas 88. Dan di kelompok IPA (lagi) gue masuk kelompok terakhir, 8. Disini gue mulai curiga, dan gue mendapati bahwa angka 8 adalah sebuah kucing berkepala singa laut dan bersayap burung perkutut yang selalu terbang menaiki sapu terbang (Lha, itu sayap buat apa dong? -_-) Yah, dan selama gue kelas 8, gue banyak banget di setiap pelajaran masuk kelompok 4 lagi kelompok 4 lagi. Saking banyaknya, gue lupa. Tapi inget, gue bukan ikan koki yang ingetannya cuman 3 detik.

    Dan, yang terbaru. Gue udah naik dong ke kelas 9 (Yoi dong!! Walaupun kalian mengenal gue sebagai pengaduk comberan proffesional dan peternak virus HIV yang udah diakui internasional. Tapi gue naik kelas dong) Dan ternyata, gue masuk kelas, 98. Apalah daya berkata, gue masuk 98, sekelas sama kaya 78 lagi. Dan belum lama belajar, kampretnya udah 3 pelajaran yang dibagi kelompok: Plh Ips dan Krt.

    Pertama, kelompok Krt, gue disini kebagian kelompok 4 lagi, sama Ilham Mayang Annisa dan Nadya. Tapi pas pembagian kelompok Plh mending gue dapet kelompok 5. Dan tadi, saat pembagian kelompok IPS, kampretnya gue dapet kelompok 4 (lagi, lagi dan lagi) sama Nispi, Aninda, Yara dan Tantan. Akh, inilah hidup, begitu banyak bagian yang mengerikan. Tapi, saat gue nge tweet "78, 88, 98. No hape terakhir 888" lalu kata guru BK sekolah gue "U'r Lucky Number" Yah, mungkin itulah angka keberuntungan gue. Mungkin di luar negri sana angka 4 adalah angka sial, dan mungkin juga ada orang yang menganggap 8 adalah angka sial. Tapi, gue gak percaya itu, ya gak percaya aja.

    Dan setelah ini, gue gak tau gue masuk kelompok 4 di pelajaran apa. Pokoknya, begitulah. Gue masuk kelas 78, terus 88 lalu ke 98. 3 Digit terakhir No. Hp gue adalah 888. Dan gue banyak masuk ke kelompok 4. Wow
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Older
    Stories

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Selamat datang di blog Hai Haykal ! yang merupakan pelopor tulisan tidak berguna sejak tahun 2011. Kami tidak bertanggung jawab atas gangguan mata, mual, muntah, kejang-kejang, dan ditinggal waktu lagi sayang-sayangnya setelah membaca blog ini.

    Tentang Aq

    HAYKAL SATRIA PANJERAINO
    Seorang mahasiswa tingkat akhir yang senang menulis hal yang tidak ada gunanya dan sedang memulai bisnis baju olahraga. Sering random, pelupa, dan suka marah kalo lagi laper.

    Yang Udah Nyasar

    Semua Tulisan

    • ▼  2018 (5)
      • ▼  Desember (1)
        • Memento Mori
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
    • ►  2017 (11)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2016 (44)
      • ►  Desember (2)
      • ►  November (2)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  September (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (30)
      • ►  April (3)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2015 (68)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  September (5)
      • ►  Agustus (6)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (27)
      • ►  Mei (8)
      • ►  April (8)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (7)
    • ►  2014 (36)
      • ►  Desember (2)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (8)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2013 (18)
      • ►  Desember (2)
      • ►  November (2)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (6)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2012 (46)
      • ►  Desember (1)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (4)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (4)
      • ►  Juli (7)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (5)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2011 (7)
      • ►  November (2)
      • ►  September (5)

    Kategori

    Ada Ilmunya Bodoh Cerpen Diriqu Fiksi Gak Jelas Galau Iseng Jejersian Keperluan Lomba Kisah Nyata Lagi Bener Lagu Galau Masa Kuliah Masa SMA Masa SMP Pembodohan Random Review Buku Sehari-Hari Sepak Bola Tantangan Menulis Random - Februari Tantangan Menulis Random - Juni Temen-Temen Terlalu Jujur Tulisan Pendek

    Paling Rame

    • Galauan Lagu : Adhitya Sofyan - Blue Sky Collapse
    • Debat Pramuka, Dan Lain-Lain
    • Galauan Lagu : HiVi - Siapkah Kau 'Tuk Jatuh Cinta Lagi
    • Secuil Kisah Trilogi di SMA Taruna Bakti (Pendaftaran)
    • Cowok Sunda-Cewek Jawa
    • Karena Kita Adalah Sahabat Bagi Diri Sendiri
    • Akhir Yang Indah di Bulan Juni
    • Secuil Kisah Trilogi di SMA Taruna Bakti (Pengumuman)
    • Galauan Lagu Secondhand Serenade - Awake
    • Hari Pertama Pake Kacamata

    Sosmed Aq

    • Google Plus
    • LinkedIn
    • Facebook
    • Twitter
    • Ask FM
    • Instagram
    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top