Cerita Rakyat Planet Avaronc: Taman Langit

Februari 21, 2015

 Cerita Rakyat ini didasari oleh kisah nyata, yang terjadi tepat 1 bulan yang lalu #Tragedi210115

*******
Planet "Avaronc" (nama ilmiah yang dipakai orang di Planet Bumi untuk planet ini adalah "Planet TB2016") adalah sebuah planet yang tenang dan damai, penduduknya mayoritas adalah remaja tanggung yang kebanyakan baru menginjak usia 323 jomgurish (17 tahun untuk ukuran orang Bumi), walaupun ada juga beberapa dari mereka yang sudah cukup dewasa untuk membimbing mereka agar dapat menjalankan planet ini dengan baik ke depannya.

Untuk menambah 'ilmu' bagi para anak muda di planetnya, golongan dewasa pun sepakat untuk membawa mereka semua ke sebuah 'Pulau Surga'. Kenapa disebut 'Pulau Surga'? Itu karena konon katanya hampir semua Dewa menyenangi tempat tersebut dan beberapa dari mereka menetap di situ.

Para remaja itu terlihat senang dan antusias diajak pergi ke sana, walau pun banyak dari mereka yang sudah berulang kali pergi kesana, tapi sensasi yang dirasakan kali ini jelas berbeda.

Tepat pada tanggal 31 Byaszukwvina 1419 (tanggal di bumi : 17 Januari 2015), mereka semua berangkat dari Planet Avaronc menuju Pulau Surga. Mereka semua menggunakan alat transportasi khusus Planet Avaronc - Pulau Surga yang biasanya disebut 'Jackabus'.
Mereka semua direncanakan akan berada di Pulau Surga selama 2 Liaonyong (atau 1 Minggu dalam hitungan penduduk bumi). Dan mereka juga rencananya akan mengunjungi beberapa tempat yang bagus untuk menambah 'ilmu' mereka semua.

Perjalanan ke Pulau Surga ditempuh selama 372 Donru (2 hari hitungan bumi), karena penggunaan Jackabus memang intinya agar para remaja itu dapat menikmati perjalanan bersama teman-temannya.

Hari pertama, mereka mengunjungi 'Lahan Banyak' yang dipercayai merupakan tempat tinggal salah 1 Dewa berwujud ular, setelah itu mereka datang ke Ibyszvaraj (atau lebih familier jika dibilang 'Hotel') tempat mereka akan menginap selama 4 hari ke depan.

Hari kedua disana, para remaja tanggung ini mulai diajak jalan-jalan menuju beberapa obnaineach (pantai) diantaranya Obnaineach Tunjang Binua dan Obnaineach Pindiwi.

Mereka asyik bermain air disana dan terlihat bahagia. Malamnya mereka pun berkunjung ke Jomburin, yang dikenal sebagai restoran terkenal yang menghidangkan makanan huahykow (laut) di tepi Obnaineach. Sesudah itu mereka kembali ke Ibyszvaraj untuk istirahat.

Hari ketiga mereka ada di Pulau Surga, mereka diajak jalan-jalan ke Surga bagian atas, dimana konon katanya udara disana dingin dan sejuk. Sebelum ke tempat utama, mereka dibawa ke Pabrik Pakaian Penduduk Surga, dimana biasanya para turis yang berkunjung kesana selalu mau menukar baju disana dengan uang mereka untuk sanak famili di planet mereka. Karena konon katanya pabrik seperti itu hanya ada 2 di Pulau Surga.

Setelah itu, mereka dibawa ke Danau Ringanan, sebuah Danau dengan bangunan menawan yang konon gambarnya ada di salah satu mata uang Planet Avaronc, Ervicqzuisse. Banyak dari para remaja itu berfoto-foto disana. Terlihat menyenangkan.

Ah iya, perjalanan hari itu mereka ditemani oleh seorang pemandu lokal di tiap-tiap Jackabus. Mereka (untungnya) telah mempelajari Bahasa Avaronc dengan baik dan terkadang mengluarkan jokes yang akan mengerak di hati para remaja tanggung itu.

Setelah itu, mereka pun diajak ke Wirdyum Qurbanul (Pasar Seni) Sukadia, setelah sebelumnya diajak ke Wirdyum Qurbanul yang lain juga, seperti Brisna dan Chening Atum yang merupakan pusat kerajinan purtak (perak kalo di bumi).

Di Wirdyum Qurbanul Sukadia, kebanyakan dari remaja ini hanya keliling melihat apa aja yang dijual, ditawar, lalu gak jadi beli. Tapi yang paling menyedihkan adalah kisah seorang remaja bernama Yurivasztochi (jika dibumi dibaca 'Haykal') yang konon dia ditawarkan baju couple (ya, couple) oleh salah satu pedagang disana, padahal dia sendiri saat itu berada dalam kondisi Tvyroid.

Tvyroid : Suatu keadaan dimana jiwa seseorang masih merasa sendiri. Di bumi istilah ini lebih populer dengan sebutan 'jomblo'.

Setelah diajak ke berbagai Wirdyum Qurbanul di Pulau Surga, mereka pun akhirnya kembali ke Ibyszvaraj untuk beristirahat.

Dan besok adalah hari bebas untuk para remaja ini. Mereka diizinkan untuk berkeliling Pulau Surga bersama teman-teman mereka pada esok hari.

*******

Hari bebas. Beberapa remaja sudah merencanakan akan pergi kemana pada hari ini. Ada yang sudah menyewa poburlzunjab (mobil) beserta supir untuk berkeliling Pulau Surga seharian, ada juga yang naik tuski (taksi) atau bahkan jalan kaki hanya untuk berkeliling ke tempat sekitaran Ibyszvaraj yang terkenal disana, seperti Obnaineach Kitaw dan Jill Legian yang terkenal (Jill adalah Bahasa Avaronc untuk 'jalan'), atau ada juga yang bermain Obnubousm (biasa disebut waterboom atau kolam renang) di Pulau Surga dan di berbagai tempat lainnya.

Beberapa dari mereka keliling Pulau Surga dengan bidadari / bidadara mereka, ada juga yang hanya bersama kawan mereka, yang menandakan bahwa bidadari / bidadara belum diberi kepemilikan penuh pada mereka, mungkin belum memenuhi syarat yang sudah ditentukan oleh para Dewa disana. Begitulah.

Dan sesungguhnya cerita rakyat yang sebenarnya baru terjadi malam itu. Beberapa remaja tadi sudah merencanakan akan pergi ke Taman Langit pada malam hari.

Banyak remaja Planet Avaronc yang pergi kesini, ada yang ingin menuntut ilmu, ada yang iseng pengen liat, dan ada juga yang diajak temen. Tapi tentu ada beberapa remaja yang tidak pergi ke Taman Langit dan memilih untuk kembali ke Ibyszvaraj karena mengaku sudah chape.

Untuk dapat masuk ke Taman Langit ini, para malaikat disana hanya memperbolehkan golongan oynas (berduit) yang bisa masuk kesana.

Sayangnya, mereka yang datang kesana hanyalah remaja tanggung yang cenderung belum mengerti banyak hal. Jadi, selama disana mereka kurang bisa menyerap ilmu dan malah menciptakan sedikit kekacaun yang membuat golongan dewasa turun tangan langsung untuk menyelesaikan masalah di Taman Langit.

Setelah beberapa jam bertengkar dengan masalah di Taman Langit, akhirnya masalah itu pun mengalah lalu pergi setelah ada sedikit campur tangan anak buah salah satu Dewa di Ibyszvaraj tempat mereka menginap.

Keesokan harinya para penduduk Planet Avaronc ini pulang ke Planet mereka, ada yang masih memakai Jackabus, tapi ada juga yang memakai awan terbang untuk mempercepat waktu sampai. Yang memakai Jackabus sebelumnya transit terlebih dahulu di Planet Rayadzjeno sebelum melanjutkan perjalanan ke Planet Avaronc. Mereka sampai di Planet Avaronc pada tanggal 12 Hoirqormu 1419 (24 Januari 2015 dalam kalender bumi).

Beberapa hari setelah cerita rakyat terjadi, timbullah permasalahan. Golongan dewasa memanggil remaja yang datang ke Taman Langit untuk meminta penjelasan. Setelah itu golongan dewasa pun sempat mengundang lorterensz (orang tua) tiap-tiap remaja yang datang ke Taman Langit ini.

Beberapa lorterenz terlihat murka karena menganggap apa yang dibicarakan golongan dewasa ini kurang tepat. Tapi pada akhirnya, keputusan diambil. Tiap remaja yang pergi ke Taman Langit dan terlibat dalam masalah disana, dihukum untuk bersekolah bersama di Jongwex (aula) selama 930 donru (5 hari).

*********

Begitulah cerita rakyat Planet Avaronc kali ini. Mungkin lain kali jika Planet ini memilki kisah lain, akan saya coba ceritakan disini.

Ging Pow Turkheim Aalenz. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalam.

You Might Also Like

0 komentar