Haykal Satria Panjeraino. Diberdayakan oleh Blogger.

Hai Haykal !

    • Beranda
    • Tentang Aq
    • Kuliah
    • Bisnis
    • Keseharian
    • Romansa
    • Serius
    Widiihhh, akhirnya gue nge-blog lagi setelah vakum selama 4 bulan lamanya karena suatu hal gila yang harus dijalani oleh semua anak sekolah yang dipanggil UN. Dan sekarang, hal yang dianggap lebih menakutkan dari hantu itu pun sudah selesai. Bisa dilihat, setelah UN para siswa jomblo di sekolah gue gemar membuat tiang bendera berkarat karena terlalu banyak menangisi mantan, emang mengerikan. Tapi kok gue ngga? Karena gue….gak punya mantan .-.

    Tapi untungnya guru di sekolah gue tau cara meminimalisir hal tersebut. Maka dari itu guru di sekolah gue mengatakan bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. setelah UN kelas 9 akan ke Pangandaran, wuhuuu!! Semua bersorak kegirangan. Ada yang mengganti tiang bendera, ada yang masih galau dan ada juga yang bakar ban abis itu nangis, karena dia baru tau kalo yang dibakar itu ban motornya sendiri.
    Mari Menggila, kawan!!

    Pas hari keberangkatan, gue ada di bis 4 sama semua anak 9.8, beberapa siswa 99 dan 3 siswa 94 yang entah datang dari mana. Gue duduk sama Rudi, mantan ketua OSIS, tapi jangan anggap bahwa Rudi adalah mantan pacar ketua OSIS, karena pacarnya sekarang menjadi ketua OSIS pula. Gue duduk di paling depan (bagi yang berpikir gue jadi supir dan Rudi jadi kenek, itu semua benar salah) dan selama perjalanan gue dan Rudi ngobrol tentang banyak hal, Jerman, agama, bisnis, masa depan, bola, R-Bros dll. Bener kata Rudi, kalo obrolan kita ditulis dalam sebuah buku, buku tersebut akan lebih tebal dari semua novel Harry Potter yang dijadikan 1.

    Obrolan gue dan Rudi berjalan indah sampai bis berhenti di suatu restoran terkenal yang bernama SR di Tasikmalaya. Walaupun namanya restoran, tetep aja jiwa hemat (atau tidak punya uang) gue keluar, terbukti selama disana gue hanya mengeluarkan uang Rp. 1000 hanya untuk ke toilet, asik abis. Rencananya kita berada di sana sekitar 1 jam, tapi suatu hal terjadi. Ada kerusakan di bis 2 yang membuat kita harus menunggu selama 4 jam, epic. Dan akhirnya, jam 1 siang bis 2 udah waras lagi dan siap melanjutkan perjalanan ke Pangandaran. Di perjalanan Babak 2, gue lebih banyak diam sehingga teman 1 bis sempat bersyukur dan gue lihat banyak yang sujud Syukur. Karena perjalanan babak 1 gue dan Rudi dianggap penggangu dan gue hampir saja masuk daftar buang.

    Saat bis ada di suatu tempat yang keliatan mirip hutan. Giliran Rudi yang ribut, sambil menunjuk ke arah pepohonan, dia teriak “LAUT!! LAUT!!” dan hampir saja masuk daftar buang. Saat kita sudah dekat ke lokasi, Bu Ida dan Bu Yani menyuruh semua penumpang di bis untuk membuang gue dan Rudi menyanyi, tapi Rudi tetap teriak “LAUT!! LAUT!!”. Tapi kayanya gue dan Rudi terlalu ganteng untuk dibuang, dan juga gue adalah panutan bagi jomblo di sekolah gue. Jadi gue dicoret dari daftar buang.

    Saat udah sampe di Pangandaran, semua penumpang berteriak gembira, entah karena senang atau karena kakinya terinjak. Rudi tetap berteriak “LAUT!! LAUT!!” dan gue berteriak “Terima kasih, Tuhan!!” karena gue baru pertama kali ke Pangandaran, kasihan sekali. Kita bakal nginep di Hotel Malabar, Pangandaran. Hotelnya cukup bagus dan besar. Bis R-Bros yang lain udah sampe lebih dulu jadi gue dan Rudi gak usah nganti untuk keperluan apapun itu namanya dan langsung pergi kamar yang sudah ditempati oleh R-Bros. Kamar 304 yang R-Bros tempati berisi 8 orang, 6 R-Bros (Gue, Rudi, Rezky, Ridwan, Rully dan Gilang a.k.a Kambing) dan 2 orang netral (Fawwaz dan Dery) yang perlu dikarantina (ya, delapan laki-laki dalam 1 kamar, jangan bayangkan apa yang akan terjadi di dalamnya, mengerikan).

    Pertama kali gue dan Rudi masuk ke kamar itu, kondisinya benar-benar mengerikan. Bukan karena perangkat hotelnya buruk. Tapi karena Rezky, yang entah ingin menandai wilayahnya atau karena naluri binatangnya muncul begitu melihat tempat baru, dia langsung saja (maaf) berak begitu tiba di kamar 304. Dan baunya itu amat.sangat.sangat.bau.sekali. Entah dia makan apa di bis tadi, baunya bahkan lebih bau dari sampah, dan gue berpikir bahwa bau sampah terkadang lebih manusiawi dari manusia, mengerikan. Setelah didiamkan beberapa saat, ternyata baunya semakin menjadi-jadi. Tapi sebentar lagi kita harus ke bawah untuk makan siang, jam 5 sore. Dan berharap abis acara itu bau mengerikan tersebut sudah hilang bertengkar dengan angin laut. Abis shalat kita ke bawah untuk makan, di aula yang terpisah dari hotel. Semua berjalan lancar saja sampai kita semua kembali ke kamar.
    Walk on, walk on

    Saat pintu kamar 304 dibuka, baunya sudah benar-benar seperti kandang babi. Ya, baunya bahkan lebih mengerikan dari yang pertama. Tapi kita semua tetap masuk kamar. Kita semua hampir menulis pesan terakhir sampai Rudi mengusulkan ide brilian, menyiram toilet dengan parfum!! Akhirnya, parfum Adidas Rezky disemprotkan ke sumber bau. Rudi dengan gagah berani masuk ke toilet dan mulai menyemprotkan parfum, sementara yang lain berdoa untuk keselamatan Rudi. Beberapa menit kemudian, Rudi keluar dengan selamat, semua bahagia dan bersorak sorai. Tapi ada 1 masalah baru, kini bau kamar mandi bercampur dengan bau parfum Adidas Rezky. Bahkan gue pun muntah saat pertama kali memasuki kamar mandi. Kita mencoba tetap bersabar.
    Rudi : "Hidup seperti Larry!!"

    Beberapa saat kemudian, bau udah mulai hilang. Dan akhirnya kita pun memberanikan mandi. Dipelopori oleh Rudi, hampir semua anak di kamar 304 (kecuali gue, Fawwaz dan Deri) melakukan mandi lelaki bareng hanya dengan pake kolor, mental laki sejati. Ridwan menyirami Rudi dengan romantisnya, Kambing, Rezky dan Rully juga ikutan. Walaupun airnya sempat bermasalah, tapi gak menghalangi niat kami semua untuk mandi ala lelaki. Setelah mereka mandi, giliran gue, Fawwaz dan Deri yang mandi ala lelaki.

    Setelah mandi, kami pun bersiap-siap untuk acara di aula yang tadi dan rencananya Rezky, Ridwan dan Kambing akan tampil untuk nyanyi. Kami pun berdandan dengan gantengnya. Sepertinya cewe pun akan langsung tergoda dan menjadi liar seketika saat melihat penampilan kami ini. Setelah sampai dibawah, gue pun menyadari kalau disana itu panas.banget.coy. Bukan panas sih (masa iya malem-malem ada matahari), lebih tepatnya lembap, karena daerah pantai. Tapi bodo amat ah, R-Bros bentar lagi tampil. Rezky, Rully, Kambing, Ridwan dan Isa yang memainkan musik nya dan Aulia, Yara, Nispi yang nyanyinya. Mereka menyanyikan 2 lagu, What Makes You Beautiful dan 1 lagi gue lupa nyanyi lagu apaan. Gue dan Rudi pun hanya menonton dari belakang.
    Kiri-Kanan : Aria, Haykal, Rezky, Rudi. Dan yang cewek itu Ashilla.

    Setelah mereka tampil, sekarang giliran nyanyi dan joget dangdut. Penyanyinya menyanyikan lagu ABG Tua, kalo gak salah. Sementara saat murid yang lain (dan guru juga) pada joget sambil menikmati dangdut. Sebenernya gue kurang suka dan hampir saja membakar aula, tapi karena ada banyak makanan, gue urungkan niat itu. Gue dan R-Bros pun mulai pesta makanan. Kami makan rada menggila, termasuk Rudi dan Kambing yang makan sepiring berdua, betapa manisnya. Dan setelah makan pun, Ridwan memulai pesta kembali, kali ini pesta teh manis. Alhasil Ridwan pun mabok oleh teh manis.
    Kiri-Kanan : Anisa, Syakira, Aulia, Fawwaz, Rudi, Haykal, Rully.

    Acara hampir selesai sekitar jam 8 an, ini waktunya untuk semua siswa buat senang-senang di sekitar Pangandaran. Ada yang naik sepeda dan odong-odong yang dapat dinaiki banyak orang. Ada yang mentato tubuhnya (tattoo temporer, pasti). Ada yang beli souvenir. Dan ada aja yang (mungkin) diem aja di hotel. Tapi Rezky mengeluarkan perkataan mengejutkan yang berbeda dari yang lain, dia nanya “Supermarket dimana ya?!”. Entah apa yang ia pikirkan, mungkin ia masih lapar atau apa, dia tetep ingin ke supermarket dan gak mau beli makanan di warung biasa. Dia pun menanyakan ke warga sekitar dimana supermarket terdekat. Dan orang itu bilang ke kami bahwa cuman lurus doang, nanti ada pertigaan kami belok kiri. Memang terdengar simple. Tapi tunggu sampai melihat berapa jauh kami jalan.

    Ternyata jarak dari hotel ke pertigaan yang disebutkan itu lumayan jauh, di tengah jalan pun kita sempat balik lagi mau ke hotel. Tapi karena kami punya mental laki yang amat kuat, kami pun balik lagi mencari pertigaan yang dimaksud. Setelah beberapa lama berjalan, kami pun menemukan pertigaan tersebut, belok kiri dan melihat supermarket yang Rezky inginkan. Setelah sampai di supermarket, Rezky secara mengejutkan berniat mentraktir kami semua dengan makanan yang bebas kami pilih. Entah karena dia merasa bersalah (karena menyebabkan kamar jadi bau) atau karena lagi seneng (karena mungkin Ibunya Erlita merestui mereka), Rezky pun mentraktir kami di supermarket itu sampai biayanya Rp. 85.500,- Maka dari itu Rezky pun dinobatkan sebagai bendahara R-Bros. Setelah itu R-Bros pun kembali ke hotel untuk mengadakan pesta besar-besaran di kamar 304. Beberapa hal terjadi di perjalanan pulang.

    R-Bros melihat 'gebetan gue' dan 'pacarnya gebetan gue' sedang bersepeda, dan gue diem aja. Melihat itu R-Bros pun mengheningkan cipta melihat kesabaran gue. Lalu R-Bros pun berbisik kepada gue “Udah Kal tendang sepedanya, tendang aja!!” tadinya gue mau nendang pake jurus "Tendangan Jomblo Pusaka!!" atau gak make jurus "Tendangan Halilintar Mendesah!!". Tapi gue gak jadi nendang mereka karena terakhir kali make jurus itu, gue langsung tidak diakui di lingkungan gue karena Jomblo Pusaka itu haram di tempat gue. Selain itu pasti gue disuruh ganti sepedanya. Lhaa, gue beli gehu di sekolah aja mikir 2x, ujung-ujungnya mah gak jadi beli *lempar HP*

    Di perjalanan pulang pun R-Bros bertemu beberapa anak perempuan kelas 9.3 dan Bu Nina. Di rombongan R-Bros ada Kambing dan di rombongan 9.3 ada Rachel. Bagi R-Bros, itu merupakan kesempatan bagus untuk Kambing agar bisa nyapa Rachel untuk pertama kalinya. Tapi kesempatan itupun disia-siakan Kambing yang galau daritadi, dan hal ini membuat Kambing lebih galau lagi. Rudi juga sempat galau karena gak bisa nelpon Saska dan daritadi berteriak “Mana tukang pulsa?!” Kangen pacar emang bisa membuat seseorang menggila seperti itu, mengerikan. Dan Rully juga tiba-tiba galau, karena Almas terlalu sibuk sama temennya. Dia belum liat gue sih *nangis*

    Sekitar jam 10 an, kita sampai di hotel dan akan memulai pestanya. Oiya, sebelumnya udah dikasitau bahwa jam 10 semua siswa udah harus ke hotel semua, tapi kayanya cuman R-Bros dan beberapa anak doang yang nurut. Walau begitu, kita tetap memulai pesta dengan gemilang. Semua makanan dikeluarkan, gue merapikan meja, Rully dan Kambing masih galau. Rudi udah Nampak tenang. Fawwaz dan Deri belum kunjung datang. Meriah sekali.

    Biar gak galau lagi, gue, Rezky, Rudi dan Ridwan pun mencoba memotivasi Kambing dan Rully yang sedang galau. Dan mereka menggunakan gue sebagai percontohan. Kami mencoba memotivasi mereka dengan bilang “Mbing, Rul. Jangan galau atuh. Liat si Haykal, HP kejebur sama orang gak digantiin, diutangin pulsa sama gebetan belum dibayar, gebetan direbut orang terus tadi sesepedahan berdua. Masih sabar aja” Iya, yang Rudi bilang merupakan kisah nyata *nangis*. Tapi gue juga rada heran, kenapa Kambing dan Rully galau, padahal Rachel dan Almas ke Pangandaran gak sama cowo lain. Maka dari itu gue pun dijadiin percontohan di R-Bros sebagai siswa tersabar di 43 *terharu*.

    Setelah Rully dan Kambing udah sedikit tenang, Fawwaz & Deri udah datang dan semua siswa udah kembali ke hotel, dan kami pun selesai nonton Stand Up Comedy Metro TV. R-Bros pun mulai menyanyi di balkon kamar 304. Semua anggota R-Bros (kecuali Fawwaz dan Deri, karena mereka bukan R-Bros) nyanyiin beberapa lagu, The Man Who Can’t Be Moved, For The First Time, Breakeven dan Hey Jude. Nyanyian kami direkam sama Fawwaz, dan beruntung kamera Fawwaz masih berfungsi normal.
    Rezky : "Mba, orang di kamar ini ganteng semua lho". Yang nyautnya ternyata Om Peter.

    Tapi, saat kami nyanyi tampaknya ada masalah di lantai 1 (kamar perempuan). Gue pun gatau apa yang terjadi, Fawwaz pun datang ke lantai 1 buat lihat apa yang terjadi di bawah. Dan R-Bros pun nanyain ke perempuan dan cowo yang ada di lantai 1 ada apa di bawah sana. Mereka bilang gak apa-apa. Tapi di bawah lumayan rame, jadi pasti ada sesuatu. Dan setelah Fawwaz datang lagi, dia bilang kalau di kamar perempuan pintu kamar mandi susah dibuka dan lampu mati-nyala sendiri. Serem juga sih, tapi R-Bros melanjurkan bernyanyi.Abis rame nyanyi-nyanyi, kita masuk ke kamar lagi dan nyari acara TV yang rame. Dan asiknya, malam itu ada film Final Destination. Lampu dimatiin, diluar udah rada sepi, dan kita nonton film Final Destination sekitaran jam 12 malem membuat malem itu jadi seru, ngeri.

    Dan kira-kira jam 12 lebih 5 menit, saat kita lagi nonton film Thriller tersebut. Tiba-tiba telepon berdering, R-Bros yang lagi ketakutan pun lebih ketakutan saat ada telpon. Semua saling memeluk. Ya, mental laki R-Bros sedikit pudar malam itu. Gak ada yang berani angkat telpon, sampai Kambing maju untuk mengangkat telponnya, ternyata dari resepsionis. Resepsionis itu nanya apakah di kamar 304 ada yang ngerokok, soalnya katanya tadi ada yang liat di sekitar sini ada yang ngerokok. Kambing dengan tegas bilang “Ya engga lah Mba, disini ada yang asma (Fawwaz), jadi gak mungkin ngerokok”. Ya, benar. Gak ada 1 pun anggota R-Bros yang pernah ngerokok (termasuk Fawwaz dan Deri).

    Kita pun lanjut nonton film nya. Semua berjalan normal sampai akhirnya R-Bros menyadari bahwa pemeran utama di film itu mirip seseorang yang kita kenal, kita pun mikir keras. Dan akhirnya menemukan bahwa pemeran utama itu adalah cewe yang berperan jadi penjahat di film Skyhigh. Dan kita pun mencari tau orang disekitar kita yang mirip dengan pemeran itu. Beberapa saat kemudian, kita sadar bahwa cewe itu mirip Rachel di acara tadi, walaupun kata gue lumayan jauh juga perbedaannya. Tapi biarin lah.
    Sini yuk, sama Om.
    Setelah film selesai dengan ending lumayan ngeri. Kita pun tidur. Gue tidur paling akhir, karena mau main PES dulu di HP Rully, konyol emang. Saat yang lain tidur (gue belum) tercatat 2x telepon berdering dan pintu pun diketok-ketok. Karena gak mau ngebangunin yang lain dan gue lagi asik main Liga Champions di PES, jadi gue diemin aja, pura-pura tidur, lalu main HP lagi.

    Sekitar jam 2-an, hal konyol terjadi lagi. Ada yang nyetel lagu jam 2 malam, keras lagi lagunya. Gue yang belum tidur juga menghiraukan suara itu, gue kira itu telepon ke salah 1 HP temen gue. Gue pun menyadari kalo itu bukan telpon saat lagu itu belum berhenti juga. Awalnya, gue sempet berpikir bahwa di kamar ini ada hantu dan secara jail menyalakan lagu di HP temen gue. Lalu Rezky pun terbangun, gue dan Rezky pun mencari tau sumber suara tersebut. Dan kita menyadari bahwa suara itu berasal dari……alarm HP nya Fawwaz. Ya, Fawwaz ternyata menyetel alarm jam 2 malam, dan lupa dimatikan malam itu. Gue dan Rezky pun mematikan alarm itu dan kembali tidur. Termasuk gue yang akhirnya tertidur juga.

    Yah, cerita ini akan dilanjutkan di hari kedua. Terima kasih telah membaca. Wassalam :)
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Hari ini, 12 Februari 2013.

    Tepat 14 tahun yang lalu, tepatnya jam 18.40 WIB. Di Kabupaten Pandeglang, Banten. Seorang sesepuh perlotengan multi-nasional anak bernama Haykal Satria Panjeraino lahir dengan kondisi tampan normal.

    Yap, hari ini adalah hari ulang tahun gue, yang ke 14. Alhamdulillah, gak kerasa gue udah 14 tahun, udah mau masuk SMA. Mungkin kalo diinget-inget gue waktu masih kecil, lucu juga kali ya. Waktu masih di Rangkas Bitung (Banten), waktu zaman TK-SD di Marga Cinta yang antah-berantah, dan akhirnya pindah ke Gatot Subroto, sampe sekarang. Ah, entahlah.

    Hari ini, Selasa. Hari ini dimulai dengan ucapan selamat ulang tahun dari beberapa temen sekelas gue, yang entah tau darimana hari ini gue ulang tahun. Tau dari Facebook (ya, Facebook) kali ya? Karena gue juga ngerasa jarang ngasitau tanggal ultah ke temen-temen. Tapi ya Alhamdulillah aja ada yang tau dan ngasih perhatian. Makasih banyak yaa.
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Mulai sekarang, sekolah saya mengadakan sebuah program yang wajib dilaksanakan bagi semua siswa di sekolah saya (SMPN 43 Bandung) setiap hari Selasa sampai Kamis. Program itu terdiri dari olahraga (senam pagi) program kebersihan dan program keagamaan (sholat duha bersama bagi siswa Muslim). Buat kelas 9 (3 SMP) sendiri, setiap Selasa kita harus ikut senam pagi di sekolah, hari Rabu kita harus bersih-bersih di tempat yang udah ditetapkan per kelas, dan hari Kamis kita harus sholat Duha bersama di masjid sekolah. Dan buat kelas 8 dan 7, saya gak terlalu hapal hehe.

    Nah, saat itu hari Rabu dan saya sudah kelas 9, berarti saya dan yang lain harus mengikuti program kebersihan. Dan kebetulan sekali, minggu itu kelas saya kebagian buat membersihkan perpustakaan sekolah dan ruang kesenian. Saat itu ya jelas, saya lebih milih buat bersih-bersih perpustakaan daripada ruang kesenian. Ya mungkin karena saya lebih suka baca buku daripada mainin gitar (selain karena saya gak bisa, hehe) jadi saya pun ke perpustakaan sama beberapa teman saya dan mulai bersih-bersih perpustakaan sekolah.

    Setelah waktu untuk bersih-bersih hampir habis dan bersiap buat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) seperti biasa. Saya pun mulai melihat-lihat buku yang ada di perpustakaan sekolah (karena semua udah dibersihkan). Disaat temen saya yang lain pada ngobrol di perpus, cuman saya sama 1 temen saya yang liat-liat buku. Yah, karena saya sendiri suka banget sama buku dan hobi berbagai macem buku dari yang saya mengerti sampai yang tidak saya mengerti sekalipun (hehe) saya koleksi. Dan karena hobi mengkoleksi buku itulah di kamar saya penuh sama buku di beberapa rak dan itu kadang suka ngebuat temen saya heran dan kagum *malu*. Oke, balik lagi ke topik sebelumnya, 1 alasan lagi saya betah di perpus sekolah itu karena saya udah lumayan lama gak ke perpus sekolah, terakhir saya ke perpus sekolah itu kira-kira bulan Juni atau Juli, saat saya kelas 8 menuju ke kelas 9. Dan baru ke perpus lagi sekitar bulan November, saat saya kelas 9. Faktor sibuk dan banyak tugaslah yang membuat saya jarang ke perpus.

    Nah, setelah saya melihat-lihat buku yang ada di perpus sekolah. Tiba-tiba mata saya melihat sebuah buku yang bercahaya dari langit *alah* yang ada di salah 1 rak. “Buku apakah itu? Sepertinya buku bagus, karena memancarkan cahaya” itulah yang saya pikirkan saat melihat buku itu. Ya, itulah buku Petualangan Tom Sawyer karya Mark Twain, terbitan Pustaka Jaya.
    Ini dia bukunya

    FYI, buku Tom Sawyer adalah buku cerita pertama yang diketik dan bercerita tentang kehidupan seorang anak remaja di tepi Sungai Misissipi (kalo gasalah) dan si Tom Sawyer ini tinggal sama Bibi Polly termasuk anak bandel di lingkungannya, bukan contoh yang baik emang buat anak jaman sekarang. Tapi tetep aja, Tom Sawyer ini adalah anak yang cerdik. Dia kadang suka nipu Bibi Polly buat menghindari hukuman atas kebandelannya. Yah, begitulah, saya belum baca caritanya sampai selesai.

    Akhirnya, saya pun meminjam buku itu dan saat istirahat, tentu saja saya langsung baca buku yang sudah saya cari dari dulu itu dan ternyata saya temukan di, perpustkaan sekolah. Selama 5 hari itu, saya terus membaca cerita Tom Sawyer yang seru itu, saking serunya, saya pun berniat untuk (ekhem) “mencurinya”. Hehehe, maaf kalo niat saya ini agak jelek. Tapi, saya berniat seperti itu bukan karena gak mampu, tapi karena buku itu memang susah dicari di toko buku biasa. Saya adalah orang yang senang ke toko buku, tapi saya gak pernah nemu buku Tom Sawyer ini. Karena susahnya itu lah, saya awalnya berniat buat nyuri buku itu, alias gak pernah dikembalikan. Tapi, berkat hasil searching saya di Google, nyari informasi yang menjual buku Tom Sawyer ini, Alhamdulillah saya menemukan ada yang menjual buku ini secara online.

    Saya pun secara sedikit-sedikit mengurungkan niat untuk tidak mengembalikan buku itu, karena saya pun tau kalo mencuri barang sekecil apapun, tetap saja akan dihitung sebagai dosa. Dan sebelum saya kembalikan buku itu, saya sempat berniat konyol, yaitu ingin membeli buku itu dari perpus sekolah berapapun harganya. Tapi, setelah melihat di buku itu tertulis “Milik negara, tidak diperjualbelikan” maka saya pun mengurungkan niat konyol saya itu dan tetap akan mengembalikan buku itu. Dan setelah akhirnya 5 hari yang menyenangkan bersama buku itu, saya pun mau juga mengembalikan buku Tom Sawyer yang saya anggap bagus itu. Dan dengan rasa pasrah, saya pun akhirnya menyimpan buku itu kembali di rak perpus sekolah saya. Buku itu sekarang tenang dan damai bersama teman buku di rak tersebut.

    Yah, walaupun sampai sekarang yang menjual buku Tom Sawyer itu belum menjawab SMS saya apakah stok buku Petualangan Tom Sawyer masih ada, tapi tak apalah. Mungkin di lain hari saya bisa menemukan buku yang sama di tempat lain (dan semoga masih di Bandung) dan semoga saja harganya bisa lebih murah. Amiinnn
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Hari ini, temanku, Fiqri sedang dilanda masalah. Memang sih, ini bukan masalah yang terlalu besar. Tapi masalah ini telah membuat temanku menjadi panik.

    Ya, Fiqri kehilangan HP nya, tapi dia beruntung bahwa HP nya itu hilang di kelas. Kami berdua pun gak tau gimana prosesnya sampai tiba-tiba HP Fiqri hilang tanpa jejak. Semua ini bermula saat kami sedang mengerjakan soal matematika yang tadi diberikan oleh guru kami. Beberapa menit kemudian bel tanda istirahat pun berbunyi, kami berdua pun memilih untuk diam di kelas dan akan mengerjakan beberapa soal lagi yang baru diberikan guru kami. Karena guru kami sudah meninggalkan kelas (dan juga sudah waktunya istirahat), maka Fiqri pun mengeluarkan HP nya dan menyuruhku menyetel sebuah lagu, untuk menenangkan diri (walaupun sebagian orang menjadi tidak konsentrasi apabila mengerjakan sesuatu sambil mendengarkan lagu). Dan aku menaruhnya di tengah meja.

    Dan ketika kami sudah selesai mengerjakan soal, hal aneh (tidak terlalu aneh, sih) terjadi. Lagu yang kami dengar menghilang, begitu juga dengan HP Fiqri, hilang dari meja. Fiqri dan aku pun mulai panik, mulai bertanya-tanya satu sama lain mengapa HP ini bisa hilang di hadapan kami berdua, padahal tadi tidak ada siapa-siapa yang datang ke meja kami. Apakah aku dan Fiqri terlalu serius mengerjakan soal? Sampai-sampai lagu pun tenggelam dalam keseriusan kamu? Kami tidak tau. Dan aku pun heran, kalau ada yang jail, siapakah orang jail itu? Kami merasa tidak ad seorang pun yang datang ke meja kami saat kami mengerjakan soal tadi.

    Maka dari itu, kami pun yakin bahwa HP itu mungkin terjatuh ke dalam tas. Fiqri awalnya sangat yakin bahwa HP itu terjatuh ke tas Billy, atau tas dia sendiri. Tapi setelah kedua tas itu dibongkar, HP Fiqri masih juga belum ditemukan. Dan karena itulah Fiqri mulai menyalahkanku.

    “Ah, kal. Gara-gara kamu sih, jadi kan HP aku ilang. Udah mah Minggu lalu SD Card (kartu memori HP) aku ilang. Sekarang malah ilang HP nya.” kata Fiqri

    “Alah lebay, Fiq. Cari dulu lah, masa baru nyari bentar udah langsung nyerah sih?” kataku menasihati

    Seharusnya, pencarian HP Fiqri di kelasku lebih mudah karena semua siswa di kelasku sudah keluar semua, kecuali hanya beberapa anak perempuan dan kami berduaSemua siswa di kelasku (kecuali beberapa orang, termasuk kami berdua) sudah meninggalkan kelas. Seharusnya itu memudahkan kami mencari HP itu, tapi masih juga belum ditemukan. Aku pun sudah bertanya kepada beberapa anak perempuan di kelas, tapi hasilnya nihil, tidak ada yang tau HP Fiqri ada dimana. Dan akhirnya setelah mencari di segala penjuru kelas dan belum juga ditemukan, Fiqri mulai terus-menerus menyalahkanku, padahal aku juga tidak tau apa-apa (walaupun sebenarnya aku melakukan kesalahan karena melatakan HP di tengah meja sembarangan).

    “Ah kal, da kamu sih. Nyimpen HP di tengah meja, jadi ilang kan. Jadi weh aku gak istirahat, kan” kata Fiqri terus-menerus

    Aku pun sudah tidak tahan lagi karena Fiqri terus-menerus menyalahkanku dan mencari dengan tidak sabaran. Dan akhirnya kemarahanku pun memuncak. Sekarang, aku yang memarahi Fiqri.

    “Emang kamu doang yang gak istirahat? Aku juga jadi gak istirahat tau!! Makanya ang sabar dong nyarinya!! Jangan mau instan aja!! Saya aja dulu pas hilang kamera di sekitar bandara yang segitu luas 1 jam kemudian baru ketemu. Lha kamu, belum nyampe setengah jam nyari di sekitar kelas aja udah nyerah. Yang sabar dong!! Semua juga butuh proses, jangan mau terima beres aja!!” kataku kepada Fiqri

    Dan setelah itu, Fiqri pun akhirnya terdiam dan mulai mencari dengan lebih tenang, tapi masih juga belum ditemukan. Akhirnya aku pun menemukan sedikit harapan bertanya saat Sukma datang ke kelas, aku pun bertanya kepada Billy.

    “Suk, tadi liat ada yang mainin HP Fiqri gak? Samsung yang warna putih itu?.” Tanyaku kepada Sukma

    “Tadi saya asa lihat si Gilang lagi mainin HP warna putih pas mau keluar kelas, deh. Coba tanya Gilang aja.” Kata Sukma

    “Oke, makasih Suk. Eh, bukannya HP Gilang juga warnanya emang putih ya?”

    “Eeh, iya kali kal, hehehe. Maaf atuh kalo salah, da saya juga kurang tau hehehe” kata Sukma

    “Yaudah lah Suk gapapa. Nanti ditanyain ke si Gilang” jawabku

    Dan saat Gilang datang, aku pun mulai bertanya kepadanya, sesuai penjelasan dari Sukma.

    “Gil, tadi kamu liat HP Fiqri yang warna putih gak?” tanyaku kepada Gilang

    “Gak tau atuh, kal. Emang kenapa gitu? Hp Fiqri hilang, ya?”

    “Iya gil, aneh aku juga. Jadi ilang nya sama siapaa yaa?” kataku sambil kebingungan

    “Gak tau, kal. Coba cari lagi di kelas. Mungkin di tas siapa, atau jatuh ke lantai, atau diambil temen yang jail kali”

    “Ini udah dicari dari tadi, Gil. Makanya aku nanya ke kamu juga”

    “Aku juga gak tau ya, kal. Coba tanya Billy sana, mungkin aja dia tau atau mungkin aja dia yang ngambil, kal”

    “Aduhhh, Gilang. Mana ada sih maling yang bilang dulu kalo dia mau nyuri”

    Aku pun bertanya kepada Billy. Hasilnya? Nihil, Billy juga tidak tau dimana HP itu berada, keadaan ini menjadi semakin rumit, karena hampir semua siswa sudah memasuki kelas. Yah, setelah bel tanda masuk berbunyi, aku dan Fiqri pun masih terus mencari (karena guru pelajaran berikutnya belum masuk kelas). Wajah Fiqri pun sudah kecewa, setengah menangis. Dan disaat itulah, tiba-tiba aku melihat perubahan dari wajah Gilang yang menjadi sedikit mencurigakan, dia tersenyum-senyum sendiri, seakan telah menemukan ujung pelangi yang dipercaya merupakan tempat harta karun. Dan setelah perubahan wajah Gilang itulah, aku mendapati sebuah hal yang sudah kuduga sebelumnya. Ya, HP Fiqri ternyata diambil oleh Gilang!! Oh Tuhan, anak itu benar-benar harus ku hajar, ia benar-benar membuatku menjadi ikutan panik. Tapi, niat menghajar Gilang aku urungkan karena Gilang berbadan kecil dan aku berbadan besar, dan jika aku menghajarnya, bisa-bisa aku dipenjara seumur hidup di pulau terpencil, mengerikan sekali.

    Gilang pun menyerahkan HP itu kembali kepada Fiqri dan tertawa terbahak-bahak sambil menjelaskan “Aku tadi niatnya mau bertanya ke kalian berdua, tapi aku lihat kalian begitu konsentrasi mengerjakan soal ini. Dan aku pun lihat ada HP di tengah meja, yaudah aku ambil aja. Eh ternyata kalian berdua tidak sadar HP nya aku ambil, hahaha. Tapi tenang, aku gak akan ngambil beneran kok. Ahahaha” kata Gilang setengah tertawa.

    “Eits, tapi Billy yah yang ngerencanain semua ini.” lanjut Gilang

    Mendengar penjelasan dari Gilang, aku dan Fiqri pun mulai tertawa. Kami benar-benar tidak sadar bahwa HP Fiqri telah ‘dipaling’ dari meja kami tanpa disadari. Memang, Billy dan Gilang (aku juga termasuk, sih) termasuk orang yang jail di kelas, tapi kali ini aku benar-benar tidak tau apa-apa. Dan mendengar penjelasan tadi, aku jadi teringat kata Ibuku beberapa waktu yang lalu “Kalo musuhan/berantem atau jailnya anak SMP mah gak akan lama. Paling beberapa jam kemudian udah damai atau paling lama besok lah damainya.” itu kata Ibuku dulu

    Yah, begitulah hidup. Semua perlu proses, tidak ada sesuatu yang instan. Mie instan saja yang mengandung kata instan perlu proses sampai kita bisa memakannya dengan puas. Apalagi dengan hal yang tidak ada kata instan, jelas perlu proses. Jadi, yang jelas, sabarlah dalam menghadapi sesuatu. Tapi kita juga jangan terlalu sabar, nanti kita akan dikira gampang menyerah, hehehe.
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Lama tak jumpa dengan kalian, pembaca tak terlihat yang secara rela menyerahkan waktu dan kekuatannya untuk membaca blog gue yang konon dapat membuat seekor kuda pun mangap berbulan-bulan. Karena itu, gue bersyukur, atas segala hal yang gue dapatkan selama ini :

    • Gue bersykur bisa dapet rengking 8 di kelas gue, 9.8 yang dikenal kelas yang kompetitif. Walaupun nilai sebenarnya kurang sesuai harapan, tapi tak apalah.
    • Gue bersyukur beberapa hari yang lalu gue bisa membeli jersey Italia Away dengan harga hanya 120 ribu. Tapi walau begitu, gue gak yakin bahwa jersey yang gue beli itu adalah jersey Grade ORI. Gue lebih yakin jersey itu Grade AAA. Tapi tak apalah, yang penting bisa dipakai dan pas di badan.
    • Gue bersyukur bisa bertemu teman-teman sekolah gue kembali, padahal belum masuk sekolah. Gimana kejadiannya? Gue gak mau jelasin, kalo gue jelasin mungkin kisah gue tersebut akan menjadi Best Seller dalam beberapa hari saja, padahal belum dikirim ke penerbit.
    • Gue bersyukur bisa membeli jersey (lagi) Persis Solo saat gue liburan di Bali Solo a.k.a Surakarta. Untungnya suporter Persib sudah berdamai dengan suporter Persis Solo. Karena jika kedua suporter belum berdamai gue bisa masuk rumah sakit dengan biaya pengobatan berjuta-juta akibat memakai baju itu saat menonton pertandingan Persib di stadion Siliwangi, padahal harga baju itu sendiri cuman 45 ribu. Miris, genius, tragis.
    • Gue bersyukur sodara gue yang dari Solo memutuskan untuk merantau dan sebelum dia kerja di Cikarang, dia numpang dulu di rumah selama 2 Minggu. Dan gue pun terselamatkan dari penyakit mematikan para jomblo, Sendirian Saat Liburan atau nama ilmiahnya Jomblonus Liburanae.
    • Gue bersyukur, sebentar lagi kompetisi ISL (Indonesia Super League) bakal dimulai. Itu pun bisa mengobati penyakit para jomblo (khususnya cowo) dalam menghabiskan waktu saat liburan.
    • Gue bersyukur bisa menonton film Will dan setelah menonton film itu, komputer gue masih utuh. Kenapa? Karena film itu menceritakan tentang seorang anak fans Liverpool yang akan menonton Final Liga Champions 2005 antara AC Milan vs Liverpool di Istanbul, Turki. Dan di Final itu AC Milan kalah setelah sempat unggul 3-0 di Babak pertama. Sebagai Milanisti sejati, menonton film Will sampai akhir dengan selamat sentosa adalah sebuah keajaiban tersendiri.

    Tapi, di balik semua keberuntungan yang gue dapat selama ini, tentunya ada kesialan juga. Tapi tak apalah, gue masih tetap bersyukur. Seperti yang dijelaskan di Q.S Al-Insyiroh ayat 5-6 yang artinya "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan". Kok gue jadi alim gitu yah? Begitulah.

    Dan ini merupakan artikel pertama gue di tahun 2013, semoga di tahun 2013 ini kita semua menjadi lebih baik lagi yah, aminn :) Dan Insya allah beberapa hari lagi gue akan memasukan kategori cerpen (karangan gue, tentu :P) ke dalam blog gue. Kalo cerpennya jelek? Bodo amat.

    Jangan lupa mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih. Wassalam :)

    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Jumat, 21 Desember 2012.

    Konon katanya, hari ini bakalan terjadi "kiamat" yang udah diramalin sama Suku Maya di Amerika sono beribu tahun yang lalu. Bahkan tahun 2010 lalu, ada film yang judulnya "2012" yang ngegambarin kiamat di bumi hari kemaren (21 Desember). Walaupun menurut gue filmnya sedikit aweu, masa Amerika Eropa Asia ancur tapi Afrika nggak...

    Yah, setidaknya gue bisa berbangga cerita ke anak gue "Dek, Papah sama Ibu kamu itu adalah generasi yang selamat dari 'kiamat' loh. Makanya kamu kalo dianggap temen sama gebetan kamu jangan nangis, Papah aja bisa selamat dari 'kiamat' waktu Papah masih SMP dulu". Begitulah #MaklumJomblo

    Dan hari ini juga adalah hari pembagian rapot Semester I di SMPN 43 Bandung, yang kayanya bakal jadi akhir masa woleess gue di SMP karena di semester 2 kita harus belajar keras (bukan belajar sambil main smek don) buat menghadapi UN (Ujian Nasional). Omong-omong, kalo aja UN dijadiin film, kayanya filmnya bakal lebih nyeremin dari film "Pocong Ngepot : Ketika Pocong Tak Lagi Jemping" yang konon katanya disertai adegan asli.

    Seperti biasa, kelas 9 kebagian ambil rapot pas jam 9 pagi, abis kelas 7 dan 8. Ibu gue pun dateng jam 9 kurang, nunggu di kelas gue sambil ngobrol sama ortu siswa lain, sementara gue dan temen-temen seperti biasa cuman diem di meja depan kelas atau keliling sekolah nunggu Jumatan.

    Setelah Bu Ida (Wali Kelas gue) selesai cuap-cuap ke ortu siswa, akhirnya sesi bagi rapot dimulai. Bu Ida nyebutin rangking 1 sampe 10 dulu. Gue sendiri Alhamdulillah dapet rangking 8, gak terlalu buruk lah. Sementara rangking 1 lagi-lagi direbut Fawwaz, sekaligus jadi Juara Umum Angkatan, lagi.

    Setelah selesai jam 10an. Ibu gue pun cuman jelasin nilai ini blablabla dan pulang duluan. Gue sendiri cuman nongkrong bentar di sekolah sama R-Bros, dan pulang jam 11an. Saat di angkot, gue mau nyari kamera gue (iya, sedikit bodoh emang bawa kamera digital pas pembagian rapot) di tas. Tapi pas gue cari, gaada. Awalnya gue pun mencoba tenang dan berpikiran "Paling juga ada di bagian bawah tas".

    Setelah di rumah, gue lanjut cari kameranya. Dan.ternyata.beneran.ilang. Kamera gaada di tas. Gue pun coba inget-inget dimana aja gue bawa kamera. Yang terakhir gue inget cuman kamera ada di saku kiri celana gue pas mau keluar gerbang sekolah, abis itu gatau dah. Setelah Jumatan, gue pun berniat balik lagi ke sekolah buat nyari tuh kamera.

    Setelah Jumatan dan sampe di sekolah. Gue mulai nyari di beberapa tempat, nanya ke penjaga sekolah, sampe nanya ke tukang minuman depan sekolah. Temen yang masih ada disana pun nyoba bantu. Tapi hasilnya negative. Gue pun mencoba tenang, dan bilang hal ini ke ortu gue lewat telepon. Sempet panik sih Ibu gue, tapi ya gimana lagi. Semua sudah diatur oleh tangan yang sama.

    Ini berarti sudah 2 (iya, dua) kamera yang gue ilangin. Kamera pertama gue ilang waktu gue mau berangkat ke Solo naik pesawat. Kemungkinan ketinggalan di Taksi atau di Bandara Husein. Dan sebenernya, kamera ini juga sebelumnya pernah ilang di Bandara Husein (lagi), tapi untung ketemu.

    Buat isinya, kamera itu berisi foto pas porak kemaren, termasuk foto saat Alana (Kiper 94) nendang bola dengan posisi spektakuler dan waktu gue ke depan ngambil Piala Juara I Cerdas Cermat (hohoho). Baru beberapa yang gue masukin ke laptop gue. Ikhlaskan sajalah.

    Mungkin ini adalah cara Allah ngingetin gue buat lebih fokus lagi ngejaga barang. Mungkin Allah bilang ke gue "Kalo ngejaga gitu aja gabisa, gimana mau ngejaga anak istri?" #Ea. Begitulah. Gue udah ikhlaskan ini. Kiamat di "Hari Kiamat". Bukan kiamat sih sebenernya, tapi kebetulan aja ilangnya pas 21 Desember.

    Makasih udah nyempetin baca tulisan gajelas ini. Wassalam.
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !

    Sempak Sepak bola itu permainan universal, bisa dimainkan oleh siapapun dan kapanpun. Dan telah mendarah daging bagi beberapa orang, khususnya cowo. Tapi, kalo misalnya kita main bola dan salahnya banyak, pasti temen kita pada teriak ke kita "Lo bisa main gak sih?" atau "Maneh bisa teu sih maen bola?" atau yang paling horror adalah saat kita diteriakin "MANDULL!!! Teu bisaeun maen bola!!" seakan-akan urat kemaluan kita terputus sehingga kita gabisa nendang lagi. Oke, gue gak tau apa hubungannya. Tapi, menurut penelitian Lembaga Jomblo Indonesia, teriakan "Mandul!!" itu ada hubungannya sama sistem reproduksi (karena gue baru belajar tentang materi itu di sekolah) dan bisa diartikan sebagai berikut :
    1. Gawang itu bagaikan sel telur pada rahim wanita. Yang akan menerima 'sperma' alias bola sepaknya
    2. Bola sepaknya tersebut bagaikan sperma, yang mau mencoba masuk ke dalam 'sel telur' alias gawangnya
    3. Kita itu bagaikan cairan semen, yang mengantarkan 'sperma' alias bola menuju 'sel telur' alias gawang.

    Udah ngerti arti teriakan "Mandul!!!" saat main bola? Bagus. Nah, beberapa waktu yang lalu, gue main bola sama temen PMR gue di sekolah. Tapi, dari peristiwa itu, gue bisa menarik 1 kesimpulan : Ternyata rata-rata cowo di PMR 43 itu MANDUl saat main bola!!. Oke, mungkin ini adalah salah 1 aib terbesar bagi para cowo anggota PMR Smpn 43 Bandung. Tapi, itu fakta. Gue gak tau kenapa, mungkinkah karena mereka itu menganggap gawang sebagai ovidak atau saluran menuju sel telur hingga sang sperma alias 'bola' harus melakukan perjalanan lagi? Atau apakah sebenarnya mereka itu adalah para Sma*shbles yang siap menghancurkan seisi dunia dengan memakai Nokia 3310? Gue gak tau apa hubungannya, Wallahu a’lam.

    Yah, begitulah. Awalnya, setelah eskul selesai, gue dan beberapa adik kelas gue ngajakin main bola di lapangan sekolah, mumpung kosong. Dan gue ikutan, dengan memakai jersey PDU (Pakaian Dinas Umum) PMR, gue pun berlari dengan gagah merebut bola dari kaki lawan bagaikan hujan yang turun tanpa air (?). Tapi anehnya, saat striker tim gue sudah ada di depan gawang dan bola sudah di kaki mereka, si striker itu selalu gagal mencetak gol, dan yang paling banyak menurut gue adalah si Ariya. Dia sebenernya udah beberapa kali membawa bola sendirian ke gawang lawan yang di"kunceni" oleh Panji. Tapi, tendangan Ariya selalu melenceng dan Ariya belum berhasil menaklukan gawang Panji. Ayman juga hampir sama, Komandan PMR yang baru tersebut kadang gagal bila dia sudah di depan gawang dan bola ada di kakinya. Tapi, justru dia berteriak paling keras kalau Ariya gagal mencetak gol. Horror sekali anak ini. Mungkin, kalian bertanya "Kalo lo gimana kal? Nge-golin gak?". Ekhem, gue sih ada di belakang (nama ilmiah : bek). Gue bertugas menghalau bola dari kaki lawan, terutama si Fakran alias "Boyben", dan hasilnya? Gawang gue cuman kebobolan 2 bro......dan memasukan 1 gol, sial.

    Ah, bagaimanapun. Teriakan "Mandul!!" masih menjadi kalimat horror bagi para striker. Dan salah 1 striker yang pernah dicap "Mandul" oleh temen-temen gue adalah Christian Gonzales saat masih main di Persib. Oh Tuhan, saat itu dia terlihat begitu sulit mencetak gol. Yah, begitulah, namanya juga idup. :))
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Yeah, gue kembali. Kali ini gue mau nulis kisah kemarin hari, tentang sebuah keributan di angkot. Tapi tenang, gue ngga bikin konser di angkot, ataupun ngigau lagi main konser rock di Pasifik. Tapi kali ini keributan tersebut adalah, ya, keributan aja biasa. Tidak lebih dari itu.

    Ya, kemaren setelah pulang gue berencana pulang bareng Adit. Gak biasanya gue pulang sama Adit. Biasanya juga gue pulang sendirian, jomblo mandiri. Gue pun naik angkot jurusan Cadas Elang seperti biasa. Yang gak biasa adalah bahwa angkotnya mirip dengan Suzuki APV (dan sepertinya masih baru) dan supirnya mirip Jendri Pitoy, mantan kiper Persib. Epic. Saat di angkot gak ada yang gue pikirkan selain pulang dan tidur dengan penuh suka cita. Gue dan Adit juga gak saling ngobrol, mungkin lagi males menggerakan mulut. Semua berjalan biasa aja sampai seorang Bapak-Bapak berkemeja hitam naik, di kursi depan. Yah, itu juga biasa aja sih. 

    Tapi semua berubah dari 'biasa aja' menjadi 'super biasa' (karena luar biasa udah terlalu mainstream) saat angkot sampai di perempatan Jl. Talaga Bodas - Jl. Burangrang (depan Ayam Goreng Suharti, orang Bandung pasti tau) seperti biasa, angkot itu berhenti di depan lampu lalu lintas, padahal lampu lagi hijau. Bagi gue yang sudah tiap hari naik angkot itu (mungkin kalo ada kartu anggota gue udah jadi Platinum Member kali ya), hal itu adalah hal yang biasa karena angkot Cadas Elang biasanya berhenti disana (biasanya jam pulang sekolah) buat nungguin anak SMP dan SMA Taman Siswa yang baru pulang sekolah. Yah, bagi gue hal itu biasa aja. Walaupun akhir-akhir ini gue berpikir bahwa kelakuan itu Like a Boss. Tapi biarlah, gak pernah ada yang protes soal ini. Dan pengendara lain pun gak pernah protes ke supir angkot soal ini. Mungkin karena mereka udah mengerti bahwa kelakuan supir angkot emang seperti ini.

    Oke, kembali ke Bapak-Bapak tadi. Ya, disinilah masalah dimulai. Saat angkot berhenti di perempatan (saat lampu hijau) ada motor klakson dari belakang, tapi itu udah biasa. Dan Bapak-Bapak yang duduk di bangku depan tadi mulai protes "Pak, kalo mau ngetem jangan disini dong. Ini kan lagi lampu hijau, jadi bisa menggangu pengendara lain." Dari tutur katanya, bisa gue simpulkan kalo Bapak ini orang terpelajar, ngomongnya aja EYD banget. Mungkin kurang seneng sama komentar Bapak tadi, supir angkot pun menjawab dengan lembut "Yah, namanya juga cari uang, Pak. Terpaksa harus gini caranya." Walau jawab tanpa emosi, si Bapak tadi menjawab lagi dengan rada keras "Ya tapi gak bisa gitu juga dong, Pak!!" supir angkot tadi gak bales, mungkin karena lagi gak mood berantem, padahal sesungguhnya dia adalah Muhammad Ali. Oke, sudah cukup berfantasinya, lanjut bercerita.

    Dan tanpa disangka, gue masih tetep ganteng setelah angkot tadi maju beberapa meter saja. Angkot yang gue naikin pun berhenti. Dan tanpa disangka, si supir angkot malah membalas omongan si Bapak tadi "Pak. Saya gak mau cari masalah sama Bapak. Lebih baik Bapak keluar aja dari angkot ini, Pak". Bapak-Bapak tadi pun keluar angkot dengan penuh emosi (padahal si supir angkot ngomong tanpa emosi). Tapi, yang jadi masalah adalah bahwa Bapak ini membanting pintu angkot tersebut. Sontak aja si supir angkot tersebut keluar dan menghampiri Bapak yang tadi lalu mendorongnya, mengerikan emang. Mereka berdua berantem di pinggir jalan. Gue, Adit dan beberapa penumpang lain hanya memperhatikan, karena menggangap perkelahian mereka gak akan berbahaya (ya emang gak sampe berdarah-darah sih). Yang gue liat, mereka cuman dorong-dorongan sebentar, hanya beberapa detik. Lalu si supir angkot naik lagi ke angkotnya dan Bapak tadi meneriaki apaan gitu ke supir angkot, gue lupa. Supir angkot itu pun membalas teriak "Ehh, dasar gak tau diri!!" kalo gak salah sih gitu. Dan sesudah itu semua berjalan baik-baik aja dan gue sampe rumah dengan selamat dalam keadaan ganteng.

    Dari kisah ini gue bisa menyimpulkan bahwa si supir angkot itu sebenernya baik. Dia gak mau cari masalah, dia ngomongnya aja gak marah-marah. Dan setelah kejadian dia masih bisa senyum ke penumpang lain. Cuman gara-gara si Bapak tadi aja yang ngebanting pintu, si supir angkot ini jadi emosi beneran. Mungkin si Bapak-Bapak tadi lagi punya masalah atau gimana kali ya.

    Dan yang kedua. Beberapa hari kemudian, gue liat si supir angkot yang tadi masih pake mobil yang sama. Dan tampaknya mobil ini masih baru, terbukti dengan kursi yang masih diplastikin dan masih mulus. Pantesan si supir angkot ini bener-bener marah. Ya siapa sih yang gak marah kalo pintu mobil kita dibanting sama orang gak dikenal (lha dibanting sama orang terdekat aja marah, apalagi sama orang lain.)

    Yah, begitulah cerita gue beberapa hari yang lalu. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, khususnya bagi gue sendiri. Dan buat supir angkot, tetap sabar dan semangat ya. Dan juga untuk Bapak-Bapak tadi, cobalah untuk menahan emosi, Pak. Bapak boleh protes, tapi menurut saya cara Bapak salah. Maaf juga buat kata-kata yang salah dan maaf juga buat pihak yang merasa tersinggung. Saya menulis ini buat pengalaman hehehe. Wassalam :)
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Kali ini, gue mau ngepost artikel yang rada "mengkol" sama tujuan diciptakannya blog ini, kali ini gue mau ngepost tentang sesuatu yang berkaitan dengan keagamaan alias religi. Ini adalah materi khotbah Ju'mat di sekolah gue beberapa bulan lalu, dan gue udah mendengarkan ini 2 kali, keduanya saat Jumatan di sekolah gue.
    Dan judul dari khotbah Jum'at nya yaitu : 7 Golongan Yang Akan Dinaungi Allah saat Hari Kiamat. Tentunya dengan pendapat gue sendiri. Makanya, kalo ada yang salah, mohon maaf :) Ini dia 7 golongan tersebut :
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Biasanya, kalo kita ulang tahun ini kita pasti dijailin sama temen kita. Mulai ada yang dijailinnya dengan dilempar telor, diceburin ke balong sekolah dan bahkan yang ekstrim dengan menyuruh orang yang ulang tahun itu untuk pacaran dengan beruang kutub lalu mereka akan dicalonkan ke New7Wonders dan masuk ke acara On The Spot. Entah apa hubungannya beruang, pacaran, New7Wonders dan On The Spot. Tapi biarlah, namanya juga usaha. Atau bahkan ada juga yang karena kadar Forever Alone dalam dirinya sudah melebihi batas internasional, maka dia merayakan ultahnya dengan diri sendiri aja, seperti ini :
    Ini adalah salah 1 orang yang kadar Forever Alone dalam dirinya sudah diatas rata-rata manusia jomblo biasa
    Baca Terus Jangan Kasi Kendor !
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Selamat datang di blog Hai Haykal ! yang merupakan pelopor tulisan tidak berguna sejak tahun 2011. Kami tidak bertanggung jawab atas gangguan mata, mual, muntah, kejang-kejang, dan ditinggal waktu lagi sayang-sayangnya setelah membaca blog ini.

    Tentang Aq

    HAYKAL SATRIA PANJERAINO
    Seorang mahasiswa tingkat akhir yang senang menulis hal yang tidak ada gunanya dan sedang memulai bisnis baju olahraga. Sering random, pelupa, dan suka marah kalo lagi laper.

    Yang Udah Nyasar

    Semua Tulisan

    • ▼  2018 (5)
      • ▼  Desember (1)
        • Memento Mori
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
    • ►  2017 (11)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2016 (44)
      • ►  Desember (2)
      • ►  November (2)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  September (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (30)
      • ►  April (3)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2015 (68)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  September (5)
      • ►  Agustus (6)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (27)
      • ►  Mei (8)
      • ►  April (8)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (7)
    • ►  2014 (36)
      • ►  Desember (2)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (8)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2013 (18)
      • ►  Desember (2)
      • ►  November (2)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (6)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2012 (46)
      • ►  Desember (1)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (4)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (4)
      • ►  Juli (7)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (5)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2011 (7)
      • ►  November (2)
      • ►  September (5)

    Kategori

    Ada Ilmunya Bodoh Cerpen Diriqu Fiksi Gak Jelas Galau Iseng Jejersian Keperluan Lomba Kisah Nyata Lagi Bener Lagu Galau Masa Kuliah Masa SMA Masa SMP Pembodohan Random Review Buku Sehari-Hari Sepak Bola Tantangan Menulis Random - Februari Tantangan Menulis Random - Juni Temen-Temen Terlalu Jujur Tulisan Pendek

    Paling Rame

    • Galauan Lagu : Adhitya Sofyan - Blue Sky Collapse
    • Debat Pramuka, Dan Lain-Lain
    • Galauan Lagu : HiVi - Siapkah Kau 'Tuk Jatuh Cinta Lagi
    • Secuil Kisah Trilogi di SMA Taruna Bakti (Pendaftaran)
    • Cowok Sunda-Cewek Jawa
    • Karena Kita Adalah Sahabat Bagi Diri Sendiri
    • Akhir Yang Indah di Bulan Juni
    • Secuil Kisah Trilogi di SMA Taruna Bakti (Pengumuman)
    • Galauan Lagu Secondhand Serenade - Awake
    • Hari Pertama Pake Kacamata

    Sosmed Aq

    • Google Plus
    • LinkedIn
    • Facebook
    • Twitter
    • Ask FM
    • Instagram
    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top