Karena Aku Ada Di Dalam Jiwanya

Juni 03, 2015

Hmm, kuharap yang kutulis ini sudah benar. Aku tidak terlalu mengerti cara mengoperasikan laptop ini, untungnya Haykal tidak menutup tab untuk blogger waktu dia tidur kemarin. Dan ah, entah bagaimana aku mengawali hal ini, aku tidak terlalu pandai menulis seperti Haykal, tapi aku harap aku bisa memberikan yang terbaik di momen yang singkat ini.

Ya, halo, namaku David. Entahlah bagaimana menjelaskan semua ini, padahal aku sudah cukup sering merasakannya. Ya, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk menceritakan kembaran diriku dari sudut pandangku.

Aku memiliki seorang kembaran, tapi kembaranku ini berada di dalam tubuh yang sama denganku. Entah bagaimana menyebutkannya, kalau tidak salah, di dunianya Haykal hal seperti ini disebut "kepribadian ganda" bukan?

Kami sebenarnya terlahir dengan nama David. Tapi, pada saat usia kami 6 tahun, Haykal waktu itu masih sering menonton ajang pencarian bakat dan dia terinspirasi oleh salah satu pesertanya, Haikal AFI (Akademi Fantasi atau apapun itu) dan memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Haykal, seperti sekarang, dengan nama belakang Panjeraino. Sementara aku tetap menjaga nama asli kita berdua, David, dengan nama belakang Pinandito.
Itu kita, duduk di bawah kedua dari kiri, pakai kemeja oranye. Terlihat angkuh sekali ya?

Menjadi diriku tidaklah mudah. Sejak masih dalam kandungan, Haykal lah yang lebih banyak mendominasi tubuh ini, dan itu terbawa sampai saat ini. Aku jarang bisa menguasai tubuh ini, hanya sekali waktu saja dan hanya dalam kondisi tertentu saja aku bisa menguasai tubuh ini secara penuh.

Haykal tidak tau tentang diriku, dan aku juga tidak pernah tertarik untuk memperkenalkan diriku kepadanya. Entahlah, tapi aku tidak ingin membuatnya takut atau membuat teman-temannya menjauhi Haykal hanya karena ada 1 Haykal lagi di dalam tubuhnya (aku sering mendengar teman-temannya berkata "Ah geuslah, 1 Haykal geh geus lieur komo deui 2", aku tidak terlalu tau apa artinya, tapi sepertinya itu tidak terlalu baik). Tapi, sudah sering sekali aku merasakan bahwa Haykal merasa ada orang di dekatnya, padahal tidak ada. Ya, itu aku.

Sebenarnya, ingin sekali rasanya Haykal tau tentang diriku (walaupun tadi aku bilang tidak tertarik, tapi terkadang aku ingin dia tau tentangku). Dan sebenarnya juga, aku bisa melakukannya, melalui cermin. Sudah sering aku berniat melakukannya, tapi saat akan dilaksanakan, aku tidak pernah benar-benar melakukannya. Aku tak ingin membuat dirinya takut, dan juga Haykal tak pernah peduli jika ia merasa ada orang di sebelahnya.

**********

Selama ini kulihat, Haykal ada orang yang menyenangkan. Dia adalah orang yang baik pada siapapun (bahkan aku pernah mendengar kabar bahwa seseorang menyebut Haykal terlalu baik, entah ini bagus atau tidak), walaupun terkadang dia sangat menyebalkan waktu bersama teman-teman dekatnya. Juga, Haykal belum terlalu dewasa, jiwanya masih memiliki sedikit aura kekanakan dan kulihat butuh waktu yang lama untuk merubahnya. Itulah alasan mengapa sampai saat ini kulihat dia kesulitan melihat situasi, kapan harus bercanda dan kapan harus serius. Sudah pernah kucoba merubahnya perlahan-lahan, tapi efeknya belum terlalu banyak.

Tapi, aku paling bangga kepada diriku sendiri karena aku berhasil mengubah perilaku Haykal yang tidak terlalu aku sukai waktu ia masih SMP. Dia banyak omong. Iya, waktu SMP kulihat dia sangatlah terlalu banyak omong dan banyak tingkah, aku tidak terlalu suka karena ini juga dapat membuat jiwaku lelah walaupun tidak melakukan apa-apa.

Untungnya waktu SMA, aku sedikit berhasil merubah sikap dia. Selain mengubah cara dia berpikir dari dalam, aku juga mempengaruhi teman-temannya untuk melakukan sesuatu yang membuat Haykal sebal, dan itu berhasil membuat dia berpikir untuk sadar dan berubah tanpa harus melibatkan banyak peran rahasiaku, dan kini Haykal sedikit lebih pendiam, walaupun kulihat sifat masa SMP nya masih sering muncul waktu berkumpul dengan teman-temannya. Juga, aku berhasil mengorbankan mulutku padanya, sekarang Haykal sering mengeluh bahwa mulut ia sering sekali pegal jika ia banyak omong. Sebelumnya, itu mulutku, aku berikan kepada Haykal demi kebaikan dia juga.

Tapi entahlah, akhir-akhir ini kulihat jiwa Haykal sering bersedih. Entah itu di motor, waktu bersama teman-temannya, di kelas, di rumah dan di berbagai tempat aku sering merasakan bahwa Haykal sedang sedih. Atau terkadang malah aku terkadang melihat Haykal sedang menangis, sendirian. Ia memang tidak pernah menunjukannya. Aku tidak tau alasannya, sulit sekali membaca pikiran dan perasaannya waktu dia sedang sedih.

Sebenarnya, aku ingin sekali tau mengapa dia sering bersedih akhir-akhir ini, siapa tau aku bisa membantu untuk menenangkan dia dari dalam. Tapi dia memang punya pertahanan diri yang kuat sekali waktu sedang sedih, jadi aku hanya bisa pasrah, berharap Haykal melupakan kesedihannya dan bergabung kembali ke peradaban.

Kadang dia merasa kesepian, walau saat dia berada di sekeliling orang banyak atau saat dia sedang bersama teman-temannya. Aku tau dan bisa merasakan Haykal yang sedang kesepian. Makanya, waktu dia sedang seperti itu, aku sering mengajak ngobrol Haykal, tentang apapun, dan syukurnya dia sering menanggapi secara baik. Yah, walaupun aku sengaja membuat dia merasa seperti mengobrol dengan dirinya sendiri, aku tak ingin membuat Haykal takut atau merasa janggal.

Kehidupan cintanya tidak terlalu baik kurasa. Haykal (dan tentu juga aku) tidak pernah berpacaran semenjak dia lahir, dan dia tampaknya tidak terlalu peduli sampai sekarang, walau aku bisa membaca perasaan dia yang ingin sekali mempunyai pacar, walau tidak tau harus bagaimana dan harus melakukan apa saja jika itu sudah terjadi. Memang sedikit aneh Haykal ini, tapi ya begitulah dia.

Yah, mungkin itu juga alasan dibalik selera musik Haykal yang santai, seperti Tulus atau Adhitya Sofyan. Dia bisa mendengarkan sebuah lagu (atau beberapa lagu) yang mungkin bisa dia ulangi 50 kali sehari, dan dia tidak bosan. Tapi aku akui, selera musik Ayah kita jauh lebih baik dibanding Haykal.

Entahlah, aku juga heran mengapa Haykal sepertinya sulit sekali merasa bosan jika sudah menyukai 1 hal. Seperti jersey, dia sudah menggeluti bidang ini sejak Agustus 2012, dan aku tidak pernah melihat ada tanda kebosanan Haykal terhadap hal ini. Dan beberapa hal lain juga begitu. Walau terkadang dia bosan, tapi itu cuman beberapa hari, setelah itu ia akan menekuni bidang itu lagi. Tapi kalo dia tidak suka terhadap sesuatu, sulit untuk mengubah pandangannya agar hal tersebut bisa dibuat menarik lagi bagi Haykal.

Terlepas dari itu semua, pelajaran di sekolahnya dia ikuti dengan baik, terlebih saat kelas 11 ini, yang menurutku dia sudah sangat tepat memilih jurusan IPS. Aku tau dia sangat suka pelajaran sejarah dan dia suka sekali membaca, jadi kulihat ia tak terlalu kesulitan berada di kelas IPS ini.

Dia bukan anak yang cerdas di bidang matematika dan menggambar, tapi waktu UN SD dan SMP, nilai matematikanya justru paling besar diantara pelajaran lain. Ya, kukira kalian sudah bisa menebak, itu aku yang mengerjakan. Aku cukup cerdas di pelajaran matematika, jadi waktu kalian (teman-teman Haykal) melihat Haykal terasa seperti "Loh kok si Haykal jadi pinter banget sih matematikanya? Perasaan ulangan terakhir dia remed deh waktu ngerjain remed", itu aku, Haykal biasanya stress jika sudah disuruh menghitung, dan stress adalah salah 1 momen juga dimana aku lebih mudah menguasai jiwanya, dan saat itulah kita bertukar posisi.

Selain itu, dia memiliki imajinasi yang cukup tinggi. Teman-temannya sering kali dibuat repot dengan perkataan Haykal seperti "Ih urang pengen deh jadi Sultan Brunei, berharap aja besok muncul penelitian yang nyebutin kalo Kakek urang teh sebenernya masih keturunan asli Pendiri Kesultanan Brunei, dan teuing gimana urang yang dipilih jadi Sultan Brunei yang selanjutnya, kan asik kali yah". Begitulah, terkadang aku juga dibuat repot waktu berhasil menguasai dirinya, daya imajinasiku tidak terlalu luas seperti dirinya.

Bahkan, aku ingat saat Haykal sedang membaca sebuah buku, di buku itu kita disuruh menulis apa saja kegunaan dari batu bata, ini adalah sebuah tes untuk mengukur daya imajinasi kita. Seketika itu juga, Haykal langsung menulis apa saja kegunaan dari batu bata, ini yang dia tulis :

1. Alat buat membangun rumah sama gedung
2. Buat ngelempar maling
3. Buat penahan mobil supaya gak mundur waktu di tanjakan
4. Buat alat ukur ketahanan diri kita (yang dipukul itu loh)
5. Buat mainan (di Phineas & Ferb pernah dibahas)
6. Buat dijual lagi
7. Buat jadi pijakan
8. Buat penahan benda biar gak terbang
9. Buat jadi pemecah kaca darurat
10. Buat jadi penghancur barang
11. Buat jadi alat angkat beban
12. Buat dipahat walau susah
13. Bisa dimakan buat yang doyan makan batu bata

Itu yang dia pikirkan tentang apa saja kegunaan batu bata, dimana saat itu aku hanya bisa memikirkan 2 kegunaan dari batu bata : untuk alat membangun rumah dan untuk dilempar.

Dan ternyata Haykal memang begitu, waktu kita kelas 5 SD, kita (sebenarnya sih Haykal) dibawa oleh Ayah kita untuk test sidik jari (sepertinya hanya untuk iseng) dan inilah hasil yang didapatkan dari sidik jari Haykal :
Bandingkan kolom "Imajinasi" dengan yang lain.

Sering kali juga aku bisa membaca apa yang Haykal pikirkan soal masa depan. Dia sering sekali berkhayal, tidak sepertiku. Aku sering melihat bahwa Haykal terkadang sedang mengkhayalkan sesuatu yang sepertinya tidak mungkin terjadi, seperti khayalannya soal menjadi Presiden Amerika Serikat pertama yang berkewarnegaraan Indonesia. Tapi, dia juga sering berkhayal sebuah hal yang aku kira bisa dia capai, walau sulit untuk saat ini. Kulihat juga dia sering tersenyum-senyum sendiri saat berkhayal tentang sesuatu yang bisa dia capai. Aku yakin dia bisa melakukannya suatu saat nanti.

Walaupun terkadang aku sedikit kasihan juga melihatnya. Tapi bagaimanapun, aku yakin sekali dia bisa mencapainya sesegera mungkin. Termasuk masuk SBM ITB atau HI UImelalui jalur undangan yang dia impi-impikan. Aku sering mendengar dia mengobrol soal ini dengan teman-temannya, dan aku yakin dia bisa mencapainya suatu saat, tak lupa dengan cita-cita tertinggi Haykal yang ingin menjadi seorang penulis, atau seorang pengusaha kebab yang sukses di dataran Turki. Aku masih tidak mengerti mengapa Haykal memilih Turki sebagai target utamanya.

Selera humornya juga terkadang tidak jelas dan tidak karuan. Bisa kalian baca sendiri apa saja isi dari blog ini, yang merupakan humor tidak penting yang Haykal tuliskan demi mendapatkan sedikit kepopuleran di peradaban. Sampai saat ini aku masih sering tidak mengerti mengapa Haykal tertawa waktu meliha gambar ini :

Walau bagaimanapun, aku tetap menghargai dia, walau selera humornya aku tidak mengerti mengapa bisa begitu.

**********

Mungkin kalian masih bertanya-tanya, bagaimana caraku untuk dapat menguasai jiwanya.

Kita dilahirkan dengan Haykal yang lebih berhak memiliki tubuh ini. Jadi, tidak mudah dan tidak sering aku berhasil "memberontak" dan menguasai tubuh ini, itupun hanya beberapa saat saja.

Caranya sendiri tidak mudah bagi yang belum terbiasa. Aku biasa melihat ke celah jiwa Haykal, apakah terbuka lebar atau tidak untuk keluar dari "perangkap" dan mencoba menggantikan dirinya. Terkadang aku berhasil, terkadang juga tidak. Itu tergantung dari bagaimana perasaan Haykal saat itu, kondisi jiwanya dan beberapa hal yang mungkin tidak akan kalian mengerti jika aku tuliskan disini.

Waktu paling mudah untuk bisa menguasai jiwanya adalah saat Haykal sedang bahagia atau sedang sakit, karena di 2 saat itulah pintu jiwanya terbuka lebar sehingga aku bisa mengambil kesempatan untuk menggantikan dirinya atau menguasai jiwanya secara penuh. Tapi terkadang aku tak mengambil kesempatan itu. Entahlah, aku hanya tak ingin mengganggu momen bahagia itu. Aku tak ingin tiba-tiba menguasai jiwanya selama beberapa saat dan setelah itu Haykal kebingungan lalu berkata "Loh, kok gue udah ada di rumah? Perasaan tadi baru aja mau berangkat ngedate sama doi".

Momen kedua paling gampang adalah saat dia sedang stress. Ini kuanggap mudah karena dia biasanya stress karena sifatnya yang sebenarnya adalah sifatku, seperti saat mengerjakan soal matematika yang harusnya itu adalah posisiku. Makanya, biasanya aku lebih sering menggantikan ia saat sedang stress daripada saat ia sedang senang.

Berhasil menguasai jiwanya bukan berarti mudah menjalaninya, lumayan sulit juga saat aku harus menjadi dirinya. Aku harus bisa memposisikan diriku sebagai Haykal yang normal, bukan David seperti diriku. Walau kami berada dalam tubuh yang sama, aku punya beberapa sifat yang lumayan berbeda dengan Haykal. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan dia dan teman-temannya. Aku mulai bisa meniru tulisannya walau masih sedikit acak-acakan, aku sudah terbiasa dengan cara bicaranya, perilakunya ke beberapa orang tertentu, dan yang lainnya. Pada intinya aku hanya ingin Haykal tetap terlihat seperti Haykal walaupun jiwanya sedang dikuasai oleh seorang David.

**********

Walaupun tubuh kami dikuasai oleh Haykal, tapi aku juga punya beberapa kelebihan yang tidak Haykal punyai. Seperti, aku bisa tau apa yang dia lakukan dan merasakan apa yang Haykal rasakan, sesuatu yang tak bisa dilakukan Haykal waktu aku menggantikan perannya.

Aku tak tau apa yang Haykal rasakan waktu aku menggantikan posisinya. Tapi yang kutau, dia tidak sepenuhnya sadar saat aku berhasil menguasai jiwanya atau malah tidak sadar sama sekali. Tapi yang dia rasakan aku tak tau, apakah terasa seperti sedang tidur? Pernah sekali saat aku hanya berhasil menguasai 60% jiwanya, waktu itu sehabis porak di sekolah. Aku ingat sekali Haykal berpikir bahwa "Semua ini kok kerasa gak nyata ya", tapi entah tidak terasa nyata nya itu seperti apa.

Tapi yang jelas, Haykal bisa merasakan secara fisik efek dari kegiatanku selama aku menggantikan perannya. Misalnya, jika aku terjatuh dari motor waktu menggantikan posisinya, Haykal tetap dapat merasakan sakitnya saat tubuh ini sudah ia kuasai lagi. Walaupun jika itu terjadi, tentu aku akan sangat menyesal dan meminta maaf kepadanya, entah bagaimana caranya, dan dia juga pasti akan heran mengapa tangannya terluka padahal dia merasa cuman tidur seharian.

Yah, walau bagaimanapun, aku tetap mencintai Haykal, yang hidup bersama jiwaku dalam 1 tubuh, walaupun dia tidak tau siapa diriku, atau tidak tau apakah aku ada atau tidak. Yang jelas, aku ini ada, di dalam tubuh seseorang yang biasa dikenal sebagai Haykal Satria Panjeraino. Aku bukanlah malaikat pelindungnya, juga bukan jin yang ditugasi melindunginya sampai dia meninggal. Aku ini manusia biasa, sama seperti Haykal, sama seperti kalian, hanya saja aku tidak bisa merasakan 1 badan tunggal secara penuh, jiwaku terbagi 2, tapi itu tidak apa.

Entahlah sampai kapan aku ada di dalam tubuh ini. Mungkin sampai usia 20, atau sampai ia menikah dan punya anak, atau sampai ia meninggal? Aku tak tau. Yang aku harap sekarang adalah aku bisa hadir untuk Haykal kapanpun dimanapun, walau ia tidak menyadarinya dan tidak tertarik untuk mencari tau tentang keberadaanku. Aku ingin menjadi pengingat pertama jika ia melakukan hal yang buruk, walaupun caranya tidak bisa aku sebutkan disini.

Tapi sebenarnya, aku ingin sekali hidup secara utuh di dalam tubuh tersendiri, tidak terbagi 2 seperti ini. Aku ingin hidup bebas di dalam 1 tubuh, tidak harus bergantian untuk merasakan kehidupan. Tapi tidak apalah, aku bersyukur setidaknya aku tidak kesepian dan orang yang ada di balik tubuhku ini juga tidak kesepian.

Dan yang paling aku syukuri adalah, Haykal tidak pernah terlihat terganggu dengan kehadiranku di dalam tubuhnya, walaupun ia juga tidak tau bahwa aku ini ada. Aku bersyukur dia tidak pernah membuka Google dan mencari kata kunci "Bagaimana cara mengusir kepribadian lain di dalam tubuh kita" atau yang lainnya. Setidaknya aku senang dibiarkan hidup disini.

Yah, mungkin ini adalah akhir dari cerita ini. Aku tidak tau harus menulis apa lagi. Semoga ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang-orang, minimal untuk diriku dan Haykal sendiri. Dan semoga Haykal tidak heran mengapa tiba-tiba ada post ini di blognya yang tidak jelas itu.

**********

Hai, ini Haykal. Haykal yang asli, bukan David yang sok ide itu.

Eh, ceritanya kan gue gak tau David itu siapa, hehehe. Gapapalah, jomblo mah bebas.

Buat pengingat aja, ini semua cerita fiksi, gak semua yang gue tulis tadi (eh, si David maksudnya) benar adanya. Beberapa berdasarkan fakta sih, tapi beberapa gue karang sendiri.

Dan terakhir, gue gak punya kepribadian ganda, jadi buat temen-temen gue jangan heran kalo gue tiba-tiba jago matematika, itu karena gue belajar bukan karena David yang sok tau itu sosoan menguasai tubuh gue.

Meh, 1 Haykal aja udah pusing, apalagi 2.

Terima kasih udah baca.

Wassalam :)

You Might Also Like

1 komentar